Sulawesi Tenggara Siap Hadapi Ancaman Gempa dan Tsunami
Wilayah Sulawesi Tenggara menghadapi risiko tinggi gempa dan tsunami akibat letak geologisnya di zona cincin api dunia.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 19.20 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 26x dibuka
📷 Foto lokal iNarasikitaKendari, ıNarasikita - Sulawesi Tenggara berada di posisi strategis yang rentan terhadap bencana geologi akibat letaknya di sepanjang Cincin Api Dunia. Wilayah ini menjadi bagian dari jalur tektonik aktif yang menyimpan potensi gempa besar dan tsunami, terutama di sekitar perbatasan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Kondisi geologis ini menuntut kesiapan menyeluruh dari semua pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat di pesisir.
Berdasarkan data geosains, Indonesia memiliki 127 gunung api aktif, sebagian besar terletak di wilayah Sulawesi, termasuk di provinsi ini. Aktivitas vulkanik dan sesar aktif di bawah permukaan laut menjadi ancaman utama yang perlu diantisipasi secara sistematis. Meski tidak semua wilayah di Sulawesi Tenggara berada dalam zona paling rawan, daerah pesisir seperti Konawe, Kolaka, dan Wakatobi memiliki kerentanan tinggi terhadap gelombang tsunami akibat gempa bawah laut.
Upaya mitigasi bencana telah dilakukan melalui simulasi evakuasi, pemasangan sistem peringatan dini, dan sosialisasi kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan secara rutin oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama mitra teknis, dengan fokus pada kesiapan respons cepat saat terjadi gempa besar. Masyarakat di daerah rawan diminta meningkatkan kesadaran dan memahami jalur evakuasi darurat.
Tujuan utama dari semua langkah tersebut adalah meminimalkan korban jiwa dan kerugian materi ketika bencana alam terjadi. Dengan pendekatan berbasis risiko dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah daerah berharap mampu membangun ketahanan masyarakat yang lebih kuat terhadap ancaman geologi. Kesiapan bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban bersama demi keselamatan rakyat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Dorong Digitalisasi Pembiayaan UMKM dan Pertanian Sultra
OJK mempercepat transformasi digital pembiayaan sektor UMKM dan pertanian di Sultra untuk tingkatkan kontribusi ekonomi daerah terhadap nasional.
25 Oktober 2026

Aliansi Masyarakat Amberi Desak RDP Terbuka Soal PLTD Lambuya
Masyarakat Ring 1 Desa Amberi menolak kehadiran PLTD Lambuya dan mendesak DPRD Konawe gelar RDP terbuka untuk klarifikasi perizinan, dampak lingkungan, serta penggunaan dana CSR.
25 Oktober 2026

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Gelaran Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Kendari berhasil tingkatkan inklusi keuangan Sultra menjadi 85,52 persen dari 83 persen tahun sebelumnya.
24 Oktober 2026

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Seorang ibu dari Sulawesi Tenggara berusia 55 tahun mendampingi dua anaknya yang lulusan sarjana mencari pekerjaan melalui job fair di Jakarta, mengungkap kesulitan pasar kerja modern yang ketat meski kualifikasi tinggi.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

MHTG Tuntaskan Topping Off, Siapkan Pusat Kanker Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Diskon Hingga Jutaan Rupiah untuk Mesin Cuci dan Kulkas di Transmart
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.43 WITA

Moto3 Australia 2026 Batal, Veda Ega Kecewa, Danish Dapat Keuntungan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Klasemen MotoGP 2026 Stabil Usai Australia Batal Digelar
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Topan Champi Ancam Taiwan dan Jepang, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Demonstrasi Massal Prancis Tertahan, Ratusan Ribu Jatuhkan Kritik pada Kebijakan Pemerintah
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.31 WITA

Singapura Pertahankan Komitmen Kontrak Meski Ekspor Gas Dipangkas
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.30 WITA

