Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sulawesi Tenggara Siap Hadapi Ancaman Gempa dan Tsunami

Wilayah Sulawesi Tenggara menghadapi risiko tinggi gempa dan tsunami akibat letak geologisnya di zona cincin api dunia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 19.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Sulawesi Tenggara Siap Hadapi Ancaman Gempa dan Tsunami
Foto: Foto lokal iNarasikita

Kendari, ıNarasikita - Sulawesi Tenggara berada di posisi strategis yang rentan terhadap bencana geologi akibat letaknya di sepanjang Cincin Api Dunia. Wilayah ini menjadi bagian dari jalur tektonik aktif yang menyimpan potensi gempa besar dan tsunami, terutama di sekitar perbatasan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Kondisi geologis ini menuntut kesiapan menyeluruh dari semua pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat di pesisir.

Berdasarkan data geosains, Indonesia memiliki 127 gunung api aktif, sebagian besar terletak di wilayah Sulawesi, termasuk di provinsi ini. Aktivitas vulkanik dan sesar aktif di bawah permukaan laut menjadi ancaman utama yang perlu diantisipasi secara sistematis. Meski tidak semua wilayah di Sulawesi Tenggara berada dalam zona paling rawan, daerah pesisir seperti Konawe, Kolaka, dan Wakatobi memiliki kerentanan tinggi terhadap gelombang tsunami akibat gempa bawah laut.

Upaya mitigasi bencana telah dilakukan melalui simulasi evakuasi, pemasangan sistem peringatan dini, dan sosialisasi kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan secara rutin oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama mitra teknis, dengan fokus pada kesiapan respons cepat saat terjadi gempa besar. Masyarakat di daerah rawan diminta meningkatkan kesadaran dan memahami jalur evakuasi darurat.

Tujuan utama dari semua langkah tersebut adalah meminimalkan korban jiwa dan kerugian materi ketika bencana alam terjadi. Dengan pendekatan berbasis risiko dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah daerah berharap mampu membangun ketahanan masyarakat yang lebih kuat terhadap ancaman geologi. Kesiapan bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban bersama demi keselamatan rakyat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya