Suyudi Diberi Masa Tenggang untuk Benahi Polri
Ketua DPP PDI Perjuangan menekankan pentingnya aksi nyata setelah rotasi besar-besaran di jajaran kepolisian, menilai pembenahan sistemik dan budaya kerja menjadi kunci kepercayaan publik.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang baru dilantik menjadi momen krusial bagi transformasi institusi kepolisian. Dalam langkah awal, ia telah melakukan rotasi terhadap 88 perwira tinggi, termasuk 19 kapolda, serta menempatkan sejumlah perwira muda di posisi strategis. Langkah ini dinilai sebagai upaya membentuk tim kerja yang lebih solid dan responsif. Namun, di tengah prosesi tersebut, tokoh politik menegaskan bahwa perubahan struktural hanya merupakan titik awal dari agenda besar yang masih menanti penyelesaian menyeluruh.
Said Abdullah menyoroti bahwa pembenahan Polri bukan sekadar pergantian personel, melainkan transformasi mendalam terhadap tata kelola, budaya kerja, dan kualitas pelayanan publik. Ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi dalam proses penanganan laporan masyarakat, menilai bahwa setiap pelapor berhak mengetahui perkembangan kasus tanpa harus mengandalkan akses informal. Pernyataan Suyudi yang menekankan bahwa laporan polisi adalah harapan rakyat atas kehadiran negara, menurut Said, menjadi indikator komitmen baru terhadap penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.
Namun, Said menilai tantangan terbesar masih terletak pada perubahan persepsi masyarakat terhadap akses keadilan, di mana banyak kasus hanya mendapat perhatian setelah viral di media sosial. Untuk itu, ia mendorong penerapan mekanisme pengawasan internal yang lebih efektif, termasuk revitalisasi Itwasum dan Propam, serta keterlibatan Kompolnas dalam pengawasan terhadap pejabat tinggi. Ia juga menekankan peran masyarakat, termasuk komunitas lokal, dalam mengawasi kinerja kepolisian tingkat daerah seperti polsek dan polres, sebagai upaya menegakkan disiplin dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Pernyataan Suyudi tentang keseimbangan antara keramahan, profesionalisme, dan kewibawaan polisi juga disambut positif. Said melihatnya sebagai fondasi baru bagi kepemimpinan modern yang tidak mengorbankan integritas demi tampilan otoritatif. Menurutnya, polisi yang dekat dengan masyarakat harus dibangun melalui tindakan nyata, bukan hanya slogan. Perubahan ini harus dimulai dari keteladanan para pemimpin, termasuk Kapolri dan pejabat utama, yang menjadi contoh dalam menegakkan disiplin, mengendalikan diri, dan menjalankan kewenangan secara proporsional.
Said menegaskan bahwa momentum kepemimpinan Suyudi harus dijadikan ajang nyata, bukan sekadar transisi jabatan atau pernyataan komitmen. Ia menekankan bahwa jabatan Kapolri bukan puncak karier, melainkan puncak tanggung jawab. Untuk itu, ia mengajak Suyudi memanfaatkan masa kepemimpinan ini dengan langkah-langkah strategis, termasuk program quick win, agar kepercayaan publik bisa dibangun secara bertahap namun berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Jennifer dan Kirana Bantah Terlibat Skema Investasi Emas Rp25 Miliar
Dua publik figur membantah terlibat dalam pengelolaan dana atau operasional perusahaan yang diduga menipu 85 korban dengan skema investasi emas senilai Rp25 miliar.
12 Oktober 2026

Migran Iran Dihukum 11 Tahun atas Percobaan Pemerkosaan
Seorang pria asal Iran divonis 11 tahun penjara di Inggris karena percobaan pemerkosaan terhadap perempuan 43 tahun di London Timur.
12 Oktober 2026

Ruben Onsu Laporkan Akun Penyebar Video Call ke Polda Metro Jaya
Presenter Ruben Onsu melaporkan akun media sosial yang menyebarkan rekaman video call pribadi, diduga sebagai bentuk pencemaran nama baik dan fitnah, ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026.
12 Oktober 2026

Festival Jalan Jaksa Hidupkan Kenangan 80-an di Kebon Sirih
Festival Jalan Jaksa di Kelurahan Kebon Sirih menghadirkan nuansa Jakarta era 1980-an dengan kostum, tarian, dan antusiasme warga yang memadati lokasi.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

PISA 2025 Ungkap Keterpurukan Pendidikan Indonesia dan Ancaman Kecerdasan Buatan
Senin, 12 Oktober 2026, 12.12 WITA

Iran Tawarkan Syarat Baru Hentikan Konflik dengan AS
Senin, 12 Oktober 2026, 12.04 WITA

Arrmanatha Nasir Resmi Jabat Menteri Luar Negeri RI
Senin, 12 Oktober 2026, 12.04 WITA

China Perketat Aturan Kursi Inovatif dan Layar Besar di Mobil
Senin, 12 Oktober 2026, 12.04 WITA

Agnez Mo Bawakan Lagu Kebangsaan di Pembukaan MotoGP Mandalika 2026
Senin, 12 Oktober 2026, 12.03 WITA

Cincin Pintar Interface Bawa Asisten AI ke Ujung Jari
Senin, 12 Oktober 2026, 12.03 WITA

Sinergi Pemerintah dan Partai Perindo Dorong Pembangunan di Tual
Senin, 12 Oktober 2026, 12.03 WITA

Dua Dokter Asing Dideportasi Usai Praktik Ilegal di Bali
Senin, 12 Oktober 2026, 12.02 WITA

