Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Taiwan Perkuat Pertahanan demi Cegah Konflik Militer

Presiden Lai Ching-te menegaskan peningkatan anggaran pertahanan sebesar NT$1,1 triliun sebagai langkah preventif, bukan provokatif, untuk menjaga stabilitas di tengah tekanan dari China.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.00 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Taiwan Perkuat Pertahanan demi Cegah Konflik Militer📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Pemimpin Taiwan, Presiden Lai Ching-te, menegaskan komitmen negaranya untuk memperkuat sistem pertahanan nasional sebagai upaya mencegah konflik militer, bukan memicu ketegangan. Dalam pidato peringatan Hari Nasional, ia menekankan bahwa peningkatan anggaran bukan bentuk agresi, melainkan respons strategis terhadap ancaman yang terus-menerus dari negara tetangga yang mengklaim wilayah tersebut.

Penduduk sekitar 23 juta jiwa di Taiwan hidup dalam suasana ketegangan geopolitik yang tinggi, di mana China secara konsisten menunjukkan kekuatan militer dan menegaskan klaim kedaulatan atas pulau itu. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap eskalasi latihan militer dan operasi udara yang rutin dilakukan oleh China di sekitar wilayah Taiwan.

Anggaran pertahanan tahun 2027 yang disiapkan pemerintahan Lai mencapai NT$1,1 triliun (setara USD34,5 miliar), merupakan angka tertinggi dalam sejarah Taiwan dan melebihi tiga persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dana ini akan digunakan untuk modernisasi alat utama sistem pertahanan, pelatihan pasukan, serta pengembangan kapasitas pertahanan strategis.

Dalam pidatonya di depan Kantor Kepresidenan di Taipei, yang dihadiri ribuan warga dan diplomat asing, Lai menegaskan bahwa Taiwan tidak memiliki niat mendominasi atau mengejar hegemoni. Ia menekankan bahwa kebijakan pertahanan bertujuan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional, sekaligus menunjukkan komitmen serius terhadap kemandirian pertahanan kepada mitra strategis, termasuk Amerika Serikat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya