Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IKK September Turun, Konsumen Tetap Percaya Ekonomi Membangun

Indeks Keyakinan Konsumen September 2026 tercatat 118,1, menunjukkan optimisme meski mengalami penurunan dari bulan sebelumnya, didukung ekspektasi positif terhadap ekonomi ke depan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IKK September Turun, Konsumen Tetap Percaya Ekonomi Membangun📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan September 2026 mencatat angka 118,1, menunjukkan level optimisme meski sedikit lebih rendah dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang berada di 120,9. Penurunan ini tidak mengurangi optimisme publik yang tetap kuat, terutama dalam persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi terhadap prospek ekonomi dalam enam bulan ke depan. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) berada pada 107,5, masih di atas ambang optimisme, sementara Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) mencapai 128,7, menunjukkan harapan yang meningkat.

Persepsi positif terhadap kondisi ekonomi saat ini didukung oleh kinerja komponen pembentuk yang stabil, termasuk Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) sebesar 114,6, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) 101,1, dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) 106,7. Dari sisi distribusi spasial, peningkatan terbesar terjadi di Pontianak, Medan, dan Padang, sementara penurunan paling signifikan tercatat di Semarang, Mataram, dan Ambon. Secara kelompok pengeluaran, konsumen dengan pengeluaran di atas Rp5 juta menunjukkan kepercayaan tertinggi dengan IKK mencapai 123,5.

Dari segi usia, kelompok usia 20–30 tahun menjadi yang paling optimistis dengan IKK mencapai 127,9. Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan terus membaik, tercermin dari IEK yang naik menjadi 128,7 dari 127,6 sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) menjadi 136,9 dan Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) sebesar 127,7. Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) tetap berada di level optimis pada 121,5.

Dalam analisis lebih dalam, konsumen dari semua kelompok pengeluaran mempertahankan ekspektasi positif terhadap penghasilan di masa depan, meski terjadi penurunan pada kelompok pengeluaran Rp3,1–4 juta. Pendidikan tinggi juga menjadi faktor penguat, dengan responden berpendidikan akademi, sarjana, dan pascasarjana menunjukkan keyakinan tinggi terhadap lapangan kerja. Di sisi lain, kelompok berpendidikan SMA mengalami penurunan kepercayaan menjadi 96,9.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya