Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Investigasi Peretasan Siber di 7 Perusahaan Keuangan Diperluas

Kepolisian Korea Selatan memperbesar tim investigasi menjadi 43 anggota dan menambah spesialis forensik untuk menangani bocornya data dari tujuh perusahaan keuangan besar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Investigasi Peretasan Siber di 7 Perusahaan Keuangan Diperluas📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kepolisian Korea Selatan telah memperluas tim penyelidikan kasus peretasan sistem keuangan nasional hingga mencapai 43 personel, termasuk penambahan tenaga ahli forensik digital dan kolaborasi lintas negara. Keputusan ini diambil menyusul konfirmasi kebocoran data yang melibatkan tujuh entitas keuangan, termasuk bank komersial utama, yang terjadi dalam periode awal Oktober 2026. Investigasi resmi diluncurkan pada Selasa, setelah adanya laporan awal dari media.

Kantor Investigasi Nasional, bagian dari Badan Kepolisian Nasional, menegaskan bahwa proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengumpulan bukti digital hingga analisis kerentanan sistem yang terganggu. Pihak kepolisian juga telah memblokir akses ke server yang diduga digunakan pelaku, sebagai bagian dari upaya mencegah perluasan kerusakan. Koordinasi internasional menjadi salah satu fokus utama untuk melacak sumber serangan dan menekan aktivitas kriminal siber lintas wilayah.

Kasus ini berpotensi diserahkan ke Badan Investigasi Kejahatan Berat (SCIA), yang mulai beroperasi pada 2 Oktober 2026 dan mengambil alih penanganan kasus kejahatan serius, termasuk kejahatan siber. Meski investigasi dimulai oleh kepolisian, hukum mengharuskan pelaporan segera ke SCIA jika suatu kasus dinilai sebagai kejahatan berat. Kepala SCIA juga memiliki wewenang untuk mengambil alih investigasi kapan pun, bahkan jika proses telah berjalan sebelumnya.

Polisi menegaskan bahwa tidak akan ada celah dalam penegakan hukum meskipun terjadi transfer yurisdiksi. Mereka menekankan bahwa penyelidikan tetap berjalan intensif hingga proses transfer selesai, memastikan pelaku tidak lolos dari proses hukum. Penolakan terhadap kritik lambatnya respons awal disertai penjelasan bahwa penyelidikan pendahuluan telah dimulai sejak 1 Oktober, hari pertama pelaporan serangan, dengan langkah cepat mengamankan log sistem dan menjalin kerja sama dengan lembaga keamanan siber seperti Financial Security Institute.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya