Target Rasio Utang Pemerintah 2027 Masih dalam Batas Aman
Pemerintah menetapkan rasio utang terhadap PDB pada 2027 di kisaran 40,31% hingga 40,64%, tetap berada jauh di bawah batas aman 60% yang ditetapkan undang-undang.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 19.31 WITA·👁 5 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah mempertahankan target rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2027 dalam kisaran 40,31% hingga 40,64%, sebagaimana ditetapkan dalam asumsi makro anggaran tahunan. Target ini menjadi bagian dari indikator kinerja utama dalam pengelolaan perbendaharaan, kekayaan negara, dan pengendalian risiko (PPKNR) yang dirancang untuk menjamin keberlanjutan fiskal.
Dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI, pejabat terkait menegaskan bahwa pencapaian target ini sejalan dengan prinsip pengelolaan keuangan yang bijak, inklusif, dan berkelanjutan. Selain rasio utang, pemerintah juga menetapkan imbal hasil surat berharga negara (SBN) dalam rentang 6,5% hingga 7,3%, dengan titik tengah 6,9% sebagai acuan utama dalam kebijakan pembiayaan negara.
Pada akhir kuartal II tahun 2026, nilai utang pemerintah pusat mencapai Rp10.293,69 triliun, menunjukkan kenaikan dari posisi kuartal I yang sebesar Rp9.920,42 triliun. Rasio utang terhadap PDB pun meningkat menjadi 41,26%, meski masih berada dalam batas aman yang ditetapkan oleh Undang-undang Keuangan Negara sebesar 60%.
Peningkatan ini dipantau secara ketat, namun tetap dalam kerangka pengelolaan fiskal yang terukur. Pemerintah menekankan bahwa kenaikan utang bersifat strategis dan didukung oleh pembiayaan yang mendukung pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas ekonomi, serta perlindungan terhadap risiko makroekonomi.
Tujuan utama dari target ini adalah menjaga kredibilitas fiskal jangka panjang, mencegah tekanan berlebihan terhadap anggaran, serta memastikan akses pembiayaan negara tetap terjaga di tingkat yang stabil dan terkendali.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lurah Diminta Jadi Penggerak Komunikasi Publik Berkualitas
Pelatihan humas bagi finalis Benyamin S Award 2026 tekankan pentingnya komunikasi efektif antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.
26 Oktober 2026

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Gara-Gara Tak Laporkan Pemilik Manfaat
Kementerian Hukum memblokir 700 ribu badan usaha yang belum melaporkan data pemilik manfaat, sebagai langkah mendukung transparansi dan keterbukaan data perusahaan.
26 Oktober 2026

Pemerintah Diminta Perluas Insentif Listrik untuk Truk dan Bus Komersial
Moeldoko menyerukan ekstensi insentif fiskal bagi truk dan bus listrik guna percepatan transisi energi dan pengurangan emisi karbon nasional.
26 Oktober 2026

Pentagon Rilis Dokumen Ketujuh soal Fenomena Udara Tak Dikenal
Pentagon AS mempublikasikan seri ketujuh dokumen terkait objek terbang tak dikenal, mencakup laporan lapangan, rekaman, dan catatan historis dari periode 1940-an hingga kini.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Suporter Muda Tewas Usai Menonton Laga di Pakansari
Senin, 26 Oktober 2026, 17.54 WITA

Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald Dihentikan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Kompol Aditia Mulya Tutup Usia Setelah 7 Tahun Koma Akibat Pengeroyokan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Hakim Perintahkan Jaksa Lanjutkan Pembuktian Kasus Don Ritto dan Nurman
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Samsat Ciledug Blokir McLaren Usai Salah Tagih Pajak ke Mekanik
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

Susu dan Jerawat: Fakta Ilmiah di Balik Mitos Minum Susu
Senin, 26 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pergeseran Pusat Ekonomi Batavia dari Kota Tua ke Pasar Baru
Senin, 26 Oktober 2026, 17.40 WITA

Honda Culture Indonesia Siap Meriahkan Puncak di GBK
Senin, 26 Oktober 2026, 17.39 WITA

