Tarif Listrik Tetap Stabil hingga Akhir 2026
Pemerintah memastikan tarif listrik PLN tidak naik pada kuartal III 2026, demi menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi nasional.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 12.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kebijakan pemerintah untuk mempertahankan tarif listrik pada periode Juli hingga September 2026 telah resmi diumumkan, menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif bagi seluruh golongan pelanggan, baik bersubsidi maupun non-subsidi. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap dinamika ekonomi global yang masih memberikan tekanan terhadap daya beli masyarakat serta untuk mendukung keseimbangan ekonomi nasional di tengah fluktuasi harga komoditas dan nilai tukar mata uang.
Pemutusan kenaikan tarif berlaku untuk 13 golongan pelanggan non-subsidi dan 24 golongan pelanggan bersubsidi, termasuk rumah tangga miskin, pelaku UMKM, serta sektor sosial dan kecil. Keputusan ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 yang mengatur penyesuaian tarif berdasarkan empat parameter makro: kurs rupiah, harga minyak mentah Indonesia (ICP), tingkat inflasi, dan harga batu bara acuan (HBA). Realisasi data periode Februari hingga April 2026 menunjukkan nilai kurs Rp16.959,32 per dolar AS, ICP US$96,12 per barel, inflasi 0,21%, serta HBA US$70 per ton sesuai kebijakan DMO.
Meski secara formula terdapat potensi penyesuaian, pemerintah memilih untuk menahan kenaikan tarif guna mencegah beban tambahan terhadap rumah tangga dan pelaku usaha. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen menjaga ketersediaan listrik yang andal, terjangkau, dan berkeadilan. Dengan tetap stabilnya tarif, diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan tanpa menimbulkan tekanan ekonomi tambahan.
Tarif tetap ini berlaku untuk semua golongan, mulai dari pelanggan rumah tangga daya 900 VA hingga pelanggan industri dan penerangan jalan umum. Untuk pelanggan rumah tangga daya 900 VA, tarif tetap di angka Rp1.352 per kWh, sedangkan pelanggan daya 1.300 VA dan 2.200 VA dikenakan tarif Rp1.445 per kWh. Golongan bisnis dan industri dengan daya di atas 200 kVA dibebani tarif antara Rp1.122 hingga Rp1.533 per kWh, tergantung jenis dan tegangan. Pelanggan penerangan jalan umum serta sektor pemerintahan dikenakan tarif Rp1.700 per kWh.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit di Kalimantan Tengah melonjak tiga kali lipat akibat paparan asap karhutla, memicu aksi percepatan distribusi alat bantu napas dari Kemenkes.
25 Oktober 2026

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Pemerintah Klaten gencar sosialisasi Wajar 13 Tahun dengan perluasan layanan PAUD untuk capai cakupan 35.000 anak pada 2026.
25 Oktober 2026

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Gubernur DKI Jakarta menyatakan modifikasi cuaca berhasil menurunkan tingkat polusi selama dua hari saat gelaran Jakarta Running Festival dan konser Kanye West berlangsung.
25 Oktober 2026

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Gerindra menegaskan Presiden tidak berwenang memberhentikan Wakil Presiden secara sepihak, sekalipun terkait polemik ijazah yang diputuskan Mahkamah Konstitusi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Polisi Amankan Pengedar Sabu 75,78 Gram di Cengkareng
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

