Teknologi Kesehatan Dorong Akses Layanan di Daerah Terpencil
Pemanfaatan telehealth, AI, dan perangkat wearable diharapkan tingkatkan akses layanan kesehatan di wilayah terpencil Indonesia yang menghadapi keterbatasan tenaga medis.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 08.43 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 12x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemanfaatan teknologi digital seperti telehealth dan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci dalam menangani ketimpangan layanan kesehatan di Indonesia, terutama di wilayah dengan akses terbatas dan distribusi tenaga kesehatan yang tidak merata. Kondisi geografis yang kompleks, ditambah beban penyakit kronis yang meningkat, mendorong perlunya solusi inovatif yang bisa diterapkan secara nyata di lapangan. Dalam forum bertajuk "Healthier Futures, Sooner: How Technology Closes the Gap in Care", para pakar menekankan pentingnya pendekatan teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga sesuai dengan realitas klinis dan sosial di lapangan.
Di tengah konsentrasi tenaga kesehatan yang masih dominan di Jawa dan kota besar, teknologi jarak jauh seperti telekonsultasi dan pemantauan pasien secara daring menjadi alternatif vital untuk memperluas jangkauan layanan. Solusi ini memungkinkan pasien di daerah terpencil tetap mendapatkan penanganan medis tanpa harus berpergian jauh. Di sisi lain, AI, sensor wearable, serta biomarker mampu mendukung deteksi dini penyakit, pemantauan kondisi kesehatan secara kontinu, dan perencanaan rehabilitasi yang lebih tepat sasaran.
Keberhasilan penerapan teknologi tersebut bergantung pada kolaborasi erat antara peneliti, klinisi, dan operator layanan kesehatan. Menurut Profesor Ross Vlahos dari RMIT University, nilai riset akan terasa nyata hanya jika hasilnya dapat diintegrasikan ke dalam praktik sehari-hari secara aman dan efektif. Keterlibatan tenaga medis dalam seluruh tahap pengembangan teknologi menjadi syarat utama agar solusi yang dihasilkan benar-benar relevan dengan kebutuhan pasien dan sistem layanan kesehatan nasional.
Forum ini menjadi ruang dialog antara para ahli dari Australia dan Indonesia, termasuk perwakilan Mandaya Hospital Group, yang menekankan pentingnya sinergi riset dan pengetahuan klinis lokal. Dengan menggabungkan keunggulan riset internasional dan pemahaman konteks lokal, diharapkan muncul solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga dapat diimplementasikan secara bertanggung jawab. Kolaborasi ini juga membuka peluang untuk riset bersama, pengembangan kapasitas tenaga kesehatan, serta uji coba teknologi dalam skala nyata di wilayah Indonesia Timur.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Menteri Perindustrian soroti potensi kendaraan Range Extended Electric Vehicle yang mampu menempuh 65 km per liter BBM dan menjangkau 1.600 km dengan pengisian penuh.
24 Oktober 2026

Pendidikan AI untuk Kedaulatan Ekonomi di Era Digital
Integrasi pembelajaran kecerdasan buatan di perguruan tinggi menjadi kunci membangun sumber daya manusia unggul dan produktif dalam ekonomi global.
24 Oktober 2026

DTIIF 2026 Dorong Investasi Global di Sektor Teknologi Indonesia
Forum investasi teknologi global DTIIF 2026 akan digelar di Jakarta, menawarkan peluang kolaborasi di enam sektor strategis dengan fokus pada ekosistem berbasis sumber daya dan inovasi.
24 Oktober 2026

Teknologi Baru Percepat Pemulihan Terumbu Karang yang Memutih
Penelitian terbaru menemukan metode alami mempercepat pemulihan terumbu karang yang memutih melalui kontak fisik dengan individu sehat dari klon yang sama.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

