Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Temuan Mineral Raksasa di Tiongkok Timur Buka Peluang Ekspansi Industri

Penemuan deposit tembaga-polimetalik Chating di Anhui mengandung 500.000 ton tembaga dan lebih dari 20 ton emas, menjadi terobosan utama dalam eksplorasi mineral Tiongkok.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 11.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Temuan Mineral Raksasa di Tiongkok Timur Buka Peluang Ekspansi Industri
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Temuan mineral strategis di wilayah hilir Sungai Yangtze, Provinsi Anhui, mengukuhkan posisi Tiongkok sebagai pemain kunci dalam pasokan logam kritis. Deposit Chating, jenis porfiri tembaga-polimetalik, kini diketahui sebagai yang terbesar di kawasan tengah dan hilir sungai tersebut, dengan potensi sumber daya mencapai sekitar 500.000 ton tembaga dan lebih dari 20 ton emas. Temuan ini menandai kemajuan signifikan dalam program eksplorasi nasional yang diluncurkan pada tahun pertama Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030).

Proyek eksplorasi yang dipimpin oleh tim ilmuwan dari Chinese Academy of Geological Sciences telah menghasilkan data kunci melalui serangkaian pengeboran intensif. Lebih dari 70 lubang pengeboran dilakukan dalam empat bulan pertama, termasuk satu lubang yang menembus kedalaman lebih dari 2.000 meter. Hasilnya menunjukkan keberadaan badan bijih tembaga-emas yang signifikan di Desa Shangchang, kawasan tambang Chating, yang menjadi fokus utama pengembangan sumber daya.

Kedua logam tersebut memiliki peran krusial dalam transformasi energi bersih, produksi kendaraan listrik, dan infrastruktur digital. Keterlibatan emas dalam teknologi semikonduktor serta tembaga dalam jaringan transmisi listrik menempatkan penemuan ini sebagai fondasi penting bagi ketahanan industri dan inovasi teknologi di Tiongkok Timur.

Dengan potensi pembangunan basis produksi skala besar, temuan ini tidak hanya berdampak ekonomi lokal, tetapi juga strategis bagi keberlanjutan pasokan mineral nasional. Pemerintah Tiongkok menilai pencapaian ini sebagai bukti efektivitas pendekatan eksplorasi berbasis ilmu bumi terintegrasi, yang mampu mengungkap potensi tersembunyi di wilayah dengan kerapatan geologi kompleks.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya