Temuan Mineral Raksasa di Tiongkok Timur Buka Peluang Ekspansi Industri
Penemuan deposit tembaga-polimetalik Chating di Anhui mengandung 500.000 ton tembaga dan lebih dari 20 ton emas, menjadi terobosan utama dalam eksplorasi mineral Tiongkok.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 11.48 WITA·👁 6 orang membaca· 0 hari ini · 22x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Temuan mineral strategis di wilayah hilir Sungai Yangtze, Provinsi Anhui, mengukuhkan posisi Tiongkok sebagai pemain kunci dalam pasokan logam kritis. Deposit Chating, jenis porfiri tembaga-polimetalik, kini diketahui sebagai yang terbesar di kawasan tengah dan hilir sungai tersebut, dengan potensi sumber daya mencapai sekitar 500.000 ton tembaga dan lebih dari 20 ton emas. Temuan ini menandai kemajuan signifikan dalam program eksplorasi nasional yang diluncurkan pada tahun pertama Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030).
Proyek eksplorasi yang dipimpin oleh tim ilmuwan dari Chinese Academy of Geological Sciences telah menghasilkan data kunci melalui serangkaian pengeboran intensif. Lebih dari 70 lubang pengeboran dilakukan dalam empat bulan pertama, termasuk satu lubang yang menembus kedalaman lebih dari 2.000 meter. Hasilnya menunjukkan keberadaan badan bijih tembaga-emas yang signifikan di Desa Shangchang, kawasan tambang Chating, yang menjadi fokus utama pengembangan sumber daya.
Kedua logam tersebut memiliki peran krusial dalam transformasi energi bersih, produksi kendaraan listrik, dan infrastruktur digital. Keterlibatan emas dalam teknologi semikonduktor serta tembaga dalam jaringan transmisi listrik menempatkan penemuan ini sebagai fondasi penting bagi ketahanan industri dan inovasi teknologi di Tiongkok Timur.
Dengan potensi pembangunan basis produksi skala besar, temuan ini tidak hanya berdampak ekonomi lokal, tetapi juga strategis bagi keberlanjutan pasokan mineral nasional. Pemerintah Tiongkok menilai pencapaian ini sebagai bukti efektivitas pendekatan eksplorasi berbasis ilmu bumi terintegrasi, yang mampu mengungkap potensi tersembunyi di wilayah dengan kerapatan geologi kompleks.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Uji Lapangan HD785-7 Hybrid EREV Dimulai di Pertambangan Indonesia
Uji lapangan alat berat hybrid EREV Komatsu dilakukan di lokasi pertambangan milik anak usaha United Tractors untuk mengukur efisiensi dan kinerja teknologi elektrifikasi.
24 Oktober 2026

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

