Tepung Singkong Jadi Senjata Baru Padamkan Api Gambut
Inovasi pemadaman karhutla di Kalteng memanfaatkan serbuk tepung singkong yang disuntikkan ke bara bawah tanah, efektif tekan kebakaran berulang dan minim konsumsi air.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 22.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Tim gabungan Polda Kalteng bersama Korbrimob Polri menguji metode inovatif dalam menangani kebakaran hutan dan lahan di kawasan gambut Kota Palangka Raya, Jumat (4/9/2026). Solusi yang diterapkan berupa serbuk pemadam berbahan dasar tepung singkong, mampu menjangkau bara api yang tersembunyi di bawah permukaan tanah—penyebab utama munculnya asap tebal dan kebakaran kembali setelah tampak padam.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan bahwa kegagalan dalam menangani karhutla sering kali disebabkan oleh api bawah tanah yang sulit diakses dan tidak terdeteksi secara visual. Dengan pendekatan baru ini, tim berharap bisa memutus siklus kebakaran yang berulang, terutama saat angin berhembus kencang memicu api kembali menyala.
Serbuk pemadam bernama Hertindo AF31 diolah dengan air dalam proporsi 25 kilogram serbuk untuk setiap 100 liter air. Dalam satu tampungan berkapasitas 1.200 liter, dibutuhkan 12 kantong serbuk untuk menciptakan larutan pemadam. Cairan tersebut disuntikkan langsung ke titik panas menggunakan alat khusus, dengan bantuan drone thermal untuk memetakan lokasi bara secara akurat, sehingga penggunaan air dapat diminimalkan.
Metode ini terbukti efisien dalam kondisi musim kemarau ketika sumber air terbatas. Dengan pendekatan berbasis teknologi dan bahan lokal, inovasi ini tidak hanya menekan biaya operasional, tetapi juga meningkatkan akurasi dan kecepatan respons. Bantuan serbuk dari Mabes Polri melalui Korbrimob telah didistribusikan ke sejumlah wilayah rawan karhutla di Kalteng, menjadi bagian dari strategi pencegahan jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Dua pengendara mobil listrik terlibat baku hantam di SPKLU Samanea, Tangerang, setelah salah satu pihak menolak prosedur antrean digital dan mengklaim telah datang lebih dahulu.
8 September 2026

OJK Perkuat Pengawasan Asuransi Ilegal, Dorong Ekosistem Keuangan Syariah
OJK menegaskan penegakan hukum di sektor asuransi ilegal dan percepatan transformasi keuangan syariah melalui pemisahan unit, ekosistem daerah, serta program edukasi nasional hingga Agustus 2026.
8 September 2026

Pertamina Perketat Pengawasan BBM Subsidi di Sumbar
Tim gabungan lakukan sidak ke SPBU di Padang untuk pastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran dan sesuai aturan.
8 September 2026

Kasus Kim Soo-hyun dengan Kim Sae-ron Berakhir Tanpa Tuntutan
Penyelidikan terhadap Kim Soo-hyun terkait dugaan hubungan dengan Kim Sae-ron saat masih di bawah umur resmi berakhir tanpa tindak lanjut hukum.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


