The Fed Naikkan Suku Bunga, Rupiah Melemah ke Rp17.705
Rupiah melemah ke level Rp17.705 per dolar AS setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan, menguatkan dolar global dan memengaruhi mata uang berkembang.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 11.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah mengalami tekanan pada awal perdagangan hari ini, membukukan pelemahan 0,17% ke posisi Rp17.705 per dolar AS. Gerakan tersebut terjadi menyusul keputusan The Federal Reserve (The Fed) yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, menandai kenaikan pertama sejak Juli 2023. Keputusan ini diambil secara bulat oleh anggota Federal Open Market Committee (FOMC) dalam pertemuan dua hari, dengan suku bunga kini berada di kisaran 3,75%-4,00%.
Penguatan dolar AS terjadi secara global, ditunjukkan oleh indeks dolar (DXY) yang naik 0,05% menjadi 100,315 pada pukul 09.00 WIB. Penguatan ini melanjutkan kenaikan sebelumnya sebesar 0,64%, yang dipicu oleh ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral AS. Di tengah kondisi tersebut, rupiah kembali kehilangan momentum penguatan yang sempat terjadi pada hari sebelumnya, ketika mata uang lokal sempat menguat tipis ke Rp17.675/US$.
The Fed menyatakan bahwa inflasi AS masih berada di level tinggi, mencapai 3,4% secara tahunan pada Agustus 2026—masih jauh dari target 2%. Dalam konferensi pers, Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa kebijakan moneter saat ini bertujuan untuk mempercepat penurunan inflasi ke arah target jangka panjang. Ia menekankan bahwa kondisi inflasi yang masih tinggi dan berkepanjangan belum memenuhi standar yang dibutuhkan untuk menurunkan suku bunga.
Dalam konteks tersebut, kenaikan suku bunga dan isyarat peluang pengetatan lebih lanjut membuat aset berdenominasi dolar AS semakin menarik bagi investor global. Hal ini menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, yang menghadapi tekanan dari aliran modal keluar dan kenaikan daya tarik aset dolar. Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan akan terus dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama kebijakan moneter AS yang tetap menekankan stabilitas harga sebagai prioritas utama.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

TASPEN Ajak Mahasiswa Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Kegiatan TASPEN Goes to Campus di USU mengedukasi seribu mahasiswa tentang pentingnya literasi keuangan dan perencanaan pensiun sejak masa produktif.
17 September 2026

Mutasi Pejabat Kemenkeu Dibatalkan Usai Temuan Proses Tak Sesuai
Direktur Jenderal Pajak dan Bea Cukai menolak mutasi yang dilakukan mantan menteri, menilai ada nama-nama tak melalui assessment resmi, dan meminta peninjauan ulang.
17 September 2026

Prabowo Ungkap Kerugian Rp15.000 T Akibat Pemalsuan Ekspor 34 Tahun
Presiden Prabowo menyatakan Indonesia kehilangan US$ 908 miliar atau setara Rp15.000 triliun selama 34 tahun akibat praktik under-invoicing dan transfer pricing dalam ekspor komoditas.
17 September 2026

Kanada Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan RI di Sektor Kritis
Indonesia dan Kanada memperkuat sinergi ekonomi melalui pertemuan tingkat tinggi, fokus pada potash, migas, mineral kritis, dan energi nuklir, seiring berlakunya perjanjian perdagangan komprehensif.
17 September 2026
Berita Lainnya

Waspada Produk Beras Fortifikasi Ilegal
Kamis, 17 September 2026, 11.47 WITA

Lima Spot Mahjong Kekinian di Jakarta untuk Komunitas dan Pemula
Kamis, 17 September 2026, 11.44 WITA

Veloz Hybrid Dorong Penjualan Hybrid Toyota di Jateng dan DIY
Kamis, 17 September 2026, 11.43 WITA

5 Kebiasaan Berbahaya yang Percepat Kerusakan Baterai Mobil Listrik
Kamis, 17 September 2026, 11.43 WITA

AI dan Ancaman Kemanusiaan: Peringatan dari Pelopor Teknologi
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo: PDB Indonesia Terlalu Rendah, Bisa Naik 40%
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

Kenaikan Laba 900% PT Timah Jadi Bukti Efektivitas Penertiban Tambang Ilegal
Kamis, 17 September 2026, 11.34 WITA

Rumah BUMN Pertamina Dorong UMKM Aceh Tamiang dan Timur Berkembang
Kamis, 17 September 2026, 11.33 WITA


