IHSG Melemah, Asing Lepas Saham Secara Berkelanjutan
Indeks saham turun 0,38% ke level 6.436, dengan tekanan dari arus keluar investor asing dan pelemahan sektor infrastruktur, meski beberapa emiten seperti AUTO dan BRMS catat progres operasional.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 11.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari Rabu (16/9) dengan penurunan 0,38% ke posisi 6.436,85, mencatatkan koreksi setelah sebelumnya menguat dalam beberapa hari terakhir. Penguatan terjadi pada emiten seperti BYAN yang melonjak 11,27%, AMMN naik 1,98%, dan IMPC meningkat 4,62%, namun dominasi pelemahan terjadi di sektor keuangan dengan BBCA turun 1,17% dan BMRI melemah 1,84%. DCII menjadi salah satu yang paling terdampak dengan koreksi 3,22%.
Arus modal asing terus menunjukkan tekanan negatif, mencatatkan net sell sebesar Rp592,05 miliar di pasar reguler dan mencapai Rp624,72 miliar jika dilihat dari seluruh pasar. Ini merupakan kelanjutan dari enam hari berturut-turut arus keluar dari pasar modal Indonesia, dengan total dana asing yang ditarik mencapai Rp3,38 triliun di pasar reguler dan Rp4,39 triliun secara keseluruhan. Tekanan ini diperparah oleh sikap hawkish The Federal Reserve yang memicu kekhawatiran terhadap arus modal global.
Di sektor sektoral, sembilan dari 11 sektor mengalami penurunan, dengan Infrastruktur menjadi yang paling terdampak turun 1,39%. Sebaliknya, sektor Industrial menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 0,91%. Pergerakan pasar saham Amerika Serikat juga berakhir melemah, dengan Dow Jones turun 1,21%, S&P 500 terkoreksi 0,45%, dan Nasdaq hanya melemah tipis 0,01%. ETF EIDO dan indeks MSCI Indonesia masing-masing terkoreksi 1,41% dan 0,92%.
Dalam perkembangan korporasi, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) memperluas layanan teknologi manufaktur ke Filipina dengan mengirimkan mesin industri seperti Automation Machining Line dan Special Purpose Machinery dari fasilitas Karawang. Ekspansi ini didorong pertumbuhan pasar sepeda motor di Filipina yang tumbuh 3,58% YoY hingga Juni 2026, dengan CAGR 7,50% selama 2020–2025. Sementara itu, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melaporkan progres pembangunan tambang emas bawah tanah di Poboya, Palu, dengan terowongan telah mencapai lebih dari 975 meter dan shaft ventilasi pertama selesai. Proyeksi produksi emas dimulai pada pertengahan 2027, dengan rencana peningkatan kapasitas pabrik dari 500 ton menjadi 2.000 ton per hari.
Di sisi lain, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengumumkan rencana buyback saham senilai maksimal Rp500 miliar, dengan dana berasal dari kas internal. Aksi korporasi ini direncanakan berlangsung hingga 17 Desember 2026, dengan biaya transaksi maksimal 0,10% dari nilai pembelian. Jika dilaksanakan penuh, dana buyback setara 1,94% dari ekuitas per 30 Juni 2026 sebesar Rp25,76 triliun. Perusahaan memperkirakan buyback akan mengurangi pendapatan bunga sekitar Rp8,40 miliar, tetapi laba per saham proforma diperkirakan naik menjadi Rp81,44 dari Rp80,51 tahun sebelumnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

TASPEN Ajak Mahasiswa Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Kegiatan TASPEN Goes to Campus di USU mengedukasi seribu mahasiswa tentang pentingnya literasi keuangan dan perencanaan pensiun sejak masa produktif.
17 September 2026

Mutasi Pejabat Kemenkeu Dibatalkan Usai Temuan Proses Tak Sesuai
Direktur Jenderal Pajak dan Bea Cukai menolak mutasi yang dilakukan mantan menteri, menilai ada nama-nama tak melalui assessment resmi, dan meminta peninjauan ulang.
17 September 2026

Prabowo Ungkap Kerugian Rp15.000 T Akibat Pemalsuan Ekspor 34 Tahun
Presiden Prabowo menyatakan Indonesia kehilangan US$ 908 miliar atau setara Rp15.000 triliun selama 34 tahun akibat praktik under-invoicing dan transfer pricing dalam ekspor komoditas.
17 September 2026

Kanada Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan RI di Sektor Kritis
Indonesia dan Kanada memperkuat sinergi ekonomi melalui pertemuan tingkat tinggi, fokus pada potash, migas, mineral kritis, dan energi nuklir, seiring berlakunya perjanjian perdagangan komprehensif.
17 September 2026
Berita Lainnya

Waspada Produk Beras Fortifikasi Ilegal
Kamis, 17 September 2026, 11.47 WITA

Lima Spot Mahjong Kekinian di Jakarta untuk Komunitas dan Pemula
Kamis, 17 September 2026, 11.44 WITA

Veloz Hybrid Dorong Penjualan Hybrid Toyota di Jateng dan DIY
Kamis, 17 September 2026, 11.43 WITA

5 Kebiasaan Berbahaya yang Percepat Kerusakan Baterai Mobil Listrik
Kamis, 17 September 2026, 11.43 WITA

AI dan Ancaman Kemanusiaan: Peringatan dari Pelopor Teknologi
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo: PDB Indonesia Terlalu Rendah, Bisa Naik 40%
Kamis, 17 September 2026, 11.35 WITA

Kenaikan Laba 900% PT Timah Jadi Bukti Efektivitas Penertiban Tambang Ilegal
Kamis, 17 September 2026, 11.34 WITA

Rumah BUMN Pertamina Dorong UMKM Aceh Tamiang dan Timur Berkembang
Kamis, 17 September 2026, 11.33 WITA


