Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tiga Bandara Disiapkan Gantikan Operasional Terdampak Abu Vulkanik

Kemenhub menyiapkan tiga bandara alternatif untuk menangani lonjakan penerbangan akibat penutupan enam bandara karena abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 15.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Tiga Bandara Disiapkan Gantikan Operasional Terdampak Abu Vulkanik
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Perhubungan telah menyiapkan tiga lokasi bandara sebagai alternatif operasional akibat penutupan sementara enam bandara di wilayah Jabodetabek, Lampung, dan Jawa Barat. Penutupan ini dipicu oleh penyebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat malam hingga Minggu pagi. Keenam bandara yang terdampak antara lain Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Raden Inten, Budiarto, Pondok Cabe, dan Husein Sastranegara, yang kini tidak dapat menerima pendaratan pesawat.

Sebagai respons, tiga bandara strategis telah dipersiapkan untuk menampung penerbangan yang terdampak. Ketiganya adalah Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat; Bandara Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah; serta Bandara Internasional Juanda di Surabaya, Jawa Timur. Ketiga fasilitas tersebut dinilai mampu menampung operasional penerbangan dengan kapasitas yang memadai, terutama bagi penerbangan dari luar negeri yang seharusnya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa pihaknya telah mengkoordinasikan rencana penanganan dengan operator penerbangan. Ia menegaskan bahwa dua penerbangan dari Jeddah dan Madinah, Arab Saudi, telah diarahkan ke Bandara Kertajati sebagai tempat mendarat sementara. “Kami memastikan dua penerbangan tersebut dapat mendarat di Kertajati dalam waktu satu jam ke depan, sesuai rencana operasional,” ujarnya dalam jumpa pers daring.

Pergerakan abu vulkanik yang terpantau melalui citra Himawari-9 dan data dari PVMBG serta VAAC Darwin menunjukkan dua arah sebaran utama. Yang pertama menyebar ke timur laut hingga mencakup DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, sementara yang kedua bergerak ke barat daya meliputi Bengkulu, Lampung, Selat Sunda bagian selatan, dan wilayah Samudra Hindia di sekitar perbatasan tiga provinsi tersebut. Dengan kondisi ini, koordinasi intensif terus dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya