Tim Pemantau Ekonomi Daerah Diminta Identifikasi Akar Masalah
Kemendagri mendorong tim pemantau ekonomi daerah mengidentifikasi akar persoalan dan merancang intervensi spesifik berdasarkan kondisi lokal untuk capai pertumbuhan 8 persen.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 19.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kementerian Dalam Negeri menginstruksikan seluruh tim pemantauan, pengawalan, dan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah untuk tidak hanya mengumpulkan data, tetapi mampu mendiagnosis permasalahan ekonomi secara mendalam. Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, menekankan pentingnya pendekatan berbeda untuk setiap wilayah, karena setiap daerah memiliki potensi unik dan tantangan berbeda yang memengaruhi laju ekonomi.
Tim yang dibentuk bertugas mengawal perkembangan ekonomi di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota dengan memastikan keterlibatan Badan Pusat Statistik (BPS) daerah dalam setiap koordinasi. Keterlibatan BPS dimaksudkan untuk memverifikasi akurasi data yang disampaikan pemerintah daerah, sehingga analisis yang dihasilkan dapat menjadi dasar kebijakan yang tepat sasaran.
Dalam menjalankan tugasnya, tim diminta fokus pada sembilan langkah strategis, termasuk percepatan realisasi anggaran daerah dan nasional, percepatan proyek infrastruktur, pengendalian harga bahan pokok, pencegahan ekspor-imporn ilegal, perluasan lapangan kerja, peningkatan produksi pertanian, perikanan, dan peternakan, peningkatan output manufaktur sesuai potensi lokal, serta kemudahan perizinan usaha. Setiap daerah wajib menentukan minimal tiga langkah prioritas yang paling relevan dengan kondisi ekonomi setempat.
Tomsi menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang sukses bukan hanya diukur dari angka pertumbuhan, tetapi dari dampak nyata terhadap masyarakat. Pertumbuhan yang berkelanjutan harus mampu menciptakan investasi, lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan menaikkan kesejahteraan rakyat. Ia menekankan bahwa tanpa analisis yang tajam dan intervensi yang tepat, upaya percepatan ekonomi akan gagal menjangkau tujuan utama.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


