Tim Penyelamat Percepat Evakuasi 350 Pekerja Terjebak di Terowongan PLTA Nepal
Ratusan pekerja PLTA terjebak akibat banjir bandang di Nepal, dengan 350 orang masih hilang dalam terowongan, kini menjadi fokus operasi penyelamatan berskala besar.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 10.59 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 11x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Tim penyelamat di Nepal mempercepat upaya pencarian dan evakuasi terhadap 350 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang terjebak di dalam terowongan akibat banjir bandang yang melanda wilayah pegunungan. Peristiwa terjadi pada akhir pekan lalu, ketika curah hujan ekstrem memicu longsor dan aliran air deras yang merusak akses masuk ke area proyek. Kondisi geografis yang sulit serta risiko tanah longsor kembali menambah kompleksitas operasi.
Kini, sekitar 10 ribu personel militer Nepal telah dikerahkan untuk mendukung misi penyelamatan, didukung oleh tim teknis spesialis dari China dan India. Fokus utama operasi kini difokuskan pada lima proyek PLTA yang terdampak, termasuk kompleks Upper Trishuli yang menjadi pusat perhatian karena lokasinya berada di zona rawan bencana. Upaya penyelamatan dilakukan secara intensif, dengan penekanan pada pencarian secara manual dan pemantauan melalui perangkat pemantauan geologi.
Koordinasi antarinstansi dan antarlembaga internasional terus diperkuat untuk memastikan aliran logistik dan peralatan darurat dapat tersalurkan dengan cepat. Kepala operasi penyelamatan menyatakan bahwa setiap detik sangat berharga, mengingat kondisi terowongan yang rentan runtuh dan ketersediaan oksigen terbatas bagi korban yang terjebak. Tim juga mengevaluasi kondisi struktural terowongan untuk memastikan keselamatan petugas saat melakukan pendekatan.
Meski berbagai kendala menghadang, semangat solidaritas dan kerja sama lintas negara terus menjadi kunci utama dalam upaya menyelamatkan nyawa. Tujuan utama tetap terjaga: mengevakuasi seluruh pekerja yang terjebak dalam waktu sesingkat mungkin, sebelum kondisi memburuk akibat ancaman banjir lanjutan atau gempa susulan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.
24 Oktober 2026
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri 2 tahun 2026, mengamankan Piala Presiden dalam perhelatan nasional.
24 Oktober 2026

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Studi menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat dibangun melalui gaya hidup sehat, interaksi sosial, dan tujuan jangka panjang.
24 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan sistem irigasi di lima daerah, termasuk Gunungkidul, untuk tingkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.10 WITA

