Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tim Penyelamat Percepat Evakuasi 350 Pekerja Terjebak di Terowongan PLTA Nepal

Ratusan pekerja PLTA terjebak akibat banjir bandang di Nepal, dengan 350 orang masih hilang dalam terowongan, kini menjadi fokus operasi penyelamatan berskala besar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 10.59 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Tim Penyelamat Percepat Evakuasi 350 Pekerja Terjebak di Terowongan PLTA Nepal
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tim penyelamat di Nepal mempercepat upaya pencarian dan evakuasi terhadap 350 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang terjebak di dalam terowongan akibat banjir bandang yang melanda wilayah pegunungan. Peristiwa terjadi pada akhir pekan lalu, ketika curah hujan ekstrem memicu longsor dan aliran air deras yang merusak akses masuk ke area proyek. Kondisi geografis yang sulit serta risiko tanah longsor kembali menambah kompleksitas operasi.

Kini, sekitar 10 ribu personel militer Nepal telah dikerahkan untuk mendukung misi penyelamatan, didukung oleh tim teknis spesialis dari China dan India. Fokus utama operasi kini difokuskan pada lima proyek PLTA yang terdampak, termasuk kompleks Upper Trishuli yang menjadi pusat perhatian karena lokasinya berada di zona rawan bencana. Upaya penyelamatan dilakukan secara intensif, dengan penekanan pada pencarian secara manual dan pemantauan melalui perangkat pemantauan geologi.

Koordinasi antarinstansi dan antarlembaga internasional terus diperkuat untuk memastikan aliran logistik dan peralatan darurat dapat tersalurkan dengan cepat. Kepala operasi penyelamatan menyatakan bahwa setiap detik sangat berharga, mengingat kondisi terowongan yang rentan runtuh dan ketersediaan oksigen terbatas bagi korban yang terjebak. Tim juga mengevaluasi kondisi struktural terowongan untuk memastikan keselamatan petugas saat melakukan pendekatan.

Meski berbagai kendala menghadang, semangat solidaritas dan kerja sama lintas negara terus menjadi kunci utama dalam upaya menyelamatkan nyawa. Tujuan utama tetap terjaga: mengevakuasi seluruh pekerja yang terjebak dalam waktu sesingkat mungkin, sebelum kondisi memburuk akibat ancaman banjir lanjutan atau gempa susulan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya