Tito Percepat Realisasi Anggaran Rehabilitasi Pascabencana Sumatra
Menteri Dalam Negeri memastikan penyaluran anggaran rehab-rekon pascabencana Sumatra berjalan optimal melalui koordinasi intensif dengan K/L dan pemerintah daerah.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 18.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat realisasi anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana di Sumatra. Dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) yang digelar di Jakarta, Tito menekankan pentingnya penyaluran dana yang telah disetujui agar segera diterapkan di lapangan. Ia menyampaikan bahwa waktu pelaksanaan program semakin terbatas, sehingga efisiensi dalam pengelolaan anggaran menjadi kunci keberhasilan pemulihan.
Sebanyak 33 kementerian dan lembaga (K/L) terlibat dalam proses pemulihan, dengan sebagian besar sudah mendapatkan persetujuan anggaran dan mulai menjalankan program di daerah terdampak. Namun, masih terdapat sejumlah K/L yang belum menyelesaikan proses persetujuan karena kurangnya kelengkapan dokumen dan rincian kegiatan yang jelas. Tito menekankan kepada seluruh penanggung jawab proyek (PIC) agar mempercepat proses dengan menyajikan dokumen yang meyakinkan dan lengkap.
Untuk mempercepat proses, Tito meminta seluruh jajaran Posko Satgas PRR dan PIC K/L menjalin koordinasi erat dengan Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat Jenderal Anggaran. Langkah ini dimaksudkan agar setiap hambatan teknis dalam pengajuan anggaran dapat segera diatasi. Ia juga menyoroti sejumlah sektor yang telah menjalankan program, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, kelautan dan perikanan, pertanian, lingkungan hidup, agama, kehutanan, serta pemberdayaan UMKM.
Selain fokus pada K/L, Satgas PRR juga memantau penggunaan anggaran yang diberikan kepada pemerintah daerah. Sebelumnya, daerah terdampak telah menerima tambahan dana melalui Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun. Tito menegaskan bahwa dana tersebut harus digunakan secara tepat sasaran, khususnya untuk menangani kebutuhan yang belum terjangkau oleh pemerintah pusat. Tujuannya adalah memastikan pemulihan berjalan merata dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik, Berlaku Hingga 2026
Masyarakat kini bisa perpanjang STNK tanpa KTP pemilik lama, dengan aturan sementara berlaku hingga akhir 2026.
10 September 2026

BUK Migas Didesain sebagai Entitas Kuat untuk Perkuat Energi Nasional
Revisi UU Migas tengah berjalan dengan fokus pada struktur BUK Migas yang dirancang sebagai entitas khusus untuk mengelola hulu migas secara profesional dan mandiri.
10 September 2026

Menghidupkan Era 70-an, Usulan BUK Migas Kuatkan Peran Negara
DPR dan pakar usulkan pembentukan BUK Migas di bawah Presiden untuk perkuat penguasaan negara dan tingkatkan produksi minyak nasional seperti era 1970-an.
10 September 2026

Pemerintah Siap Uji Coba Rekening Gratis Mulai Kuartal I 2027
Program rekening gratis bagi warga berusia 17 tahun ke atas akan diuji coba pada kuartal pertama tahun depan, dengan fokus pada inklusi keuangan dan penyaluran bansos secara langsung.
10 September 2026
Berita Lainnya

Perlindungan Anak Saat Paparan Abu Vulkanik dari Anak Krakatau
Kamis, 10 September 2026, 15.49 WITA

Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Malon Lam Diciduk Usai Curi Bitcoin Rp4,2 Triliun untuk Beli Mobil Mewah
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

iPhone Duo Siap Meluncur di Indonesia Akhir 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan Seri Wearables Terbaru dengan Fokus Kesehatan dan Performa
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan iPhone Duo, Ponsel Lipat Pertama Secara Global
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Harga iPhone 18 Pro Series Diprediksi Melonjak di Pasar Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA


