Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Toyota dan Honda Terancam Tutup Pabrik di Kanada

Rencana kenaikan tarif impor mobil Kanada ke AS oleh Trump berpotensi memaksa Toyota dan Honda menutup lini produksi di negara tersebut mulai 2027.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.13 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Toyota dan Honda Terancam Tutup Pabrik di Kanada
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menaikkan tarif impor mobil dari Kanada dari 25 persen menjadi 50 persen mulai 1 Januari 2027 berpotensi mengguncang industri otomotif Kanada. Dua pabrikan besar asal Jepang, Toyota dan Honda, yang memproduksi lebih dari 75 persen mobil di Kanada, berada dalam posisi paling rentan. Jika kebijakan ini diterapkan, keduanya kemungkinan besar harus menutup sejumlah fasilitas perakitan demi menghindari kerugian besar.

Kedua perusahaan menjadi sangat tergantung pada pasar AS, di mana mobil buatan Kanada menyumbang 17 persen dari total penjualan Toyota dan hampir 25 persen untuk Honda. Produk seperti RAV4 dari Toyota dan CR-V dari Honda menjadi andalan di pasar Amerika, sehingga pengenaan tarif akan menekan margin keuntungan secara signifikan. Analis industri menyebut kebijakan tersebut berpotensi merusak seluruh rantai produksi otomotif Kanada, bahkan menyebutnya sebagai langkah yang dirancang untuk menghancurkan sektor tersebut.

Saat ini, Toyota sedang melakukan perluasan produksi di AS dengan investasi mencapai US$10 miliar dalam lima tahun, termasuk pembangunan pabrik baru senilai US$3,6 miliar di Texas. Proyek ini mencakup pemindahan produksi pikap Tacoma dari Meksiko ke fasilitas baru. Di sisi lain, Honda sedang menghadapi tekanan finansial dan menunda rencana pembangunan pabrik ke-8 di Amerika Utara, kecuali perjanjian USMCA diperpanjang.

Ketidakpastian seputar masa depan perjanjian USMCA, yang kini hanya berlaku secara tahunan sejak 1 Juli 2026 tanpa perpanjangan otomatis, menjadi faktor penentu. Perusahaan seperti Hyundai dari Korea Selatan juga mengungkapkan penundaan keputusan investasi karena ketidakpastian ini. Jika tarif benar-benar diberlakukan, Toyota dan Honda kemungkinan akan mencari pasar alternatif untuk produk dari Kanada dan mencari solusi pengganti pasokan ke AS, meskipun proses ini kompleks karena kendaraan untuk AS dirancang khusus dan pabrik lain sudah hampir penuh kapasitas.

Beberapa pemasok asal Jepang yang bergantung pada rantai pasokan Kanada mengaku belum bisa merancang strategi, karena kebijakan tersebut belum final. Mereka menekankan pentingnya menahan reaksi berlebihan sambil menunggu kejelasan lebih lanjut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya