Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Toyota Perkenalkan Mobil Otonom Level 2++ Mulai 2028

Toyota akan meluncurkan kendaraan penumpang dengan teknologi kemudi otomatis Level 2++ pada 2028, sebelum memperluas ke Level 4 pada 2030.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 16.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Toyota Perkenalkan Mobil Otonom Level 2++ Mulai 2028
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Toyota Motor kini mempercepat roadmap pengembangan kendaraan otonom dengan rencana memasarkan sistem kemudi otomatis tingkat lanjut mulai tahun 2028. Teknologi yang dikembangkan berlabel Level 2++—di atas standar Level 2 yang umum digunakan di Jepang—memungkinkan kendaraan menangani berbagai kondisi lalu lintas secara mandiri, meski masih memerlukan keterlibatan pengemudi sebagai penanggung jawab akhir.

Pada 2030, perusahaan berencana memperluas penerapan teknologi tersebut ke berbagai model kendaraan penumpang. Untuk sektor komersial, Toyota menargetkan penerapan Level 4 pada armada bus listrik e-Palette mulai tahun fiskal 2027, yang memungkinkan operasi tanpa pengemudi dalam area terbatas. Langkah ini selaras dengan regulasi pemerintah Jepang yang telah mengizinkan kendaraan otonom Level 4 sejak 2023 dan menetapkan target 10.000 unit taksi serta bus otonom beroperasi pada 2030.

Dalam pendekatannya, Toyota memilih tidak mengandalkan kecerdasan buatan murni seperti yang diterapkan pesaing seperti Tesla. Sebagai gantinya, perusahaan menerapkan sistem pengawas berbasis aturan keselamatan buatan manusia, yang disebut "guardrail", untuk membatasi respons AI yang tidak terduga. Metode ini diklaim efektif mencegah hingga 60 persen kecelakaan yang mungkin terjadi akibat perilaku AI yang tidak sesuai harapan.

Akihiro Sarada, Kepala Software Development Center Toyota, menegaskan bahwa meski teknologi dibangun dengan standar Level 4 secara teknis, pemasarannya akan dilakukan sebagai Level 2++ demi menjaga kejelasan dan keamanan bagi konsumen. “Kami bergerak dengan hati-hati, memastikan bahwa setiap inovasi tetap didukung oleh prinsip keselamatan dan transparansi,” ujarnya. Pemerintah Jepang pun telah menyusun sistem sertifikasi khusus untuk Level 2++ dan berambisi mengekspor 30 persen kendaraan otonom global pada dekade 2030-an.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya