Toyota Perkenalkan Mobil Otonom Level 2++ Mulai 2028
Toyota akan meluncurkan kendaraan penumpang dengan teknologi kemudi otomatis Level 2++ pada 2028, sebelum memperluas ke Level 4 pada 2030.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 16.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Toyota Motor kini mempercepat roadmap pengembangan kendaraan otonom dengan rencana memasarkan sistem kemudi otomatis tingkat lanjut mulai tahun 2028. Teknologi yang dikembangkan berlabel Level 2++—di atas standar Level 2 yang umum digunakan di Jepang—memungkinkan kendaraan menangani berbagai kondisi lalu lintas secara mandiri, meski masih memerlukan keterlibatan pengemudi sebagai penanggung jawab akhir.
Pada 2030, perusahaan berencana memperluas penerapan teknologi tersebut ke berbagai model kendaraan penumpang. Untuk sektor komersial, Toyota menargetkan penerapan Level 4 pada armada bus listrik e-Palette mulai tahun fiskal 2027, yang memungkinkan operasi tanpa pengemudi dalam area terbatas. Langkah ini selaras dengan regulasi pemerintah Jepang yang telah mengizinkan kendaraan otonom Level 4 sejak 2023 dan menetapkan target 10.000 unit taksi serta bus otonom beroperasi pada 2030.
Dalam pendekatannya, Toyota memilih tidak mengandalkan kecerdasan buatan murni seperti yang diterapkan pesaing seperti Tesla. Sebagai gantinya, perusahaan menerapkan sistem pengawas berbasis aturan keselamatan buatan manusia, yang disebut "guardrail", untuk membatasi respons AI yang tidak terduga. Metode ini diklaim efektif mencegah hingga 60 persen kecelakaan yang mungkin terjadi akibat perilaku AI yang tidak sesuai harapan.
Akihiro Sarada, Kepala Software Development Center Toyota, menegaskan bahwa meski teknologi dibangun dengan standar Level 4 secara teknis, pemasarannya akan dilakukan sebagai Level 2++ demi menjaga kejelasan dan keamanan bagi konsumen. “Kami bergerak dengan hati-hati, memastikan bahwa setiap inovasi tetap didukung oleh prinsip keselamatan dan transparansi,” ujarnya. Pemerintah Jepang pun telah menyusun sistem sertifikasi khusus untuk Level 2++ dan berambisi mengekspor 30 persen kendaraan otonom global pada dekade 2030-an.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.
8 September 2026

Agustus 2026 Catat Rekor Penjualan Mobil Baru
Penjualan mobil baru di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026, didorong lonjakan penjualan ritel dan momentum GIIAS yang sukses menarik minat konsumen.
8 September 2026

Penjualan Mobil Agustus 2026 Tembus Rekor 83 Ribu Unit
Penjualan mobil ritel di Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun, melampaui angka 80 ribu unit, didorong oleh momentum GIIAS 2026 dan pertumbuhan tahunan signifikan.
8 September 2026

Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Nasional
Pemerintah RI menegaskan komitmen membangun pabrik motor listrik sendiri melalui program MOLINAS demi percepatan industri hijau dan kemandirian teknologi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


