Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Transformasi Ketenagalistrikan RI Menghadapi Era Baru

Simposium Gridnext 2026 menekankan perluasan smart grid sebagai fondasi sistem listrik masa depan yang tangguh dan responsif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 13.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Transformasi Ketenagalistrikan RI Menghadapi Era Baru
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ketua Umum Perkumpulan Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI), Arsyadany Ghana Akmalaputri, menegaskan bahwa sektor ketenagalistrikan nasional kini berada di ambang perubahan besar. Perkembangan teknologi, peningkatan permintaan energi, serta maraknya penggunaan kendaraan listrik dan pusat data, memaksa sistem listrik untuk beradaptasi secara cepat dan kompleks. Ia menyatakan bahwa masa depan ketenagalistrikan bukan sekadar soal pasokan energi yang cukup, melainkan kemampuan sistem untuk mengelola dinamika yang terus berubah.

Dalam forum EPI-PJCI Gridnext Symposium 2026, Arsyadany menyoroti pentingnya sistem jaringan listrik yang cerdas dan responsif. Ia menekankan bahwa keberlanjutan dan ketahanan sistem harus menjadi prioritas utama, terutama dalam menghadapi ancaman seperti gangguan operasional maupun serangan siber. Dengan demikian, sistem listrik tidak hanya mampu beroperasi secara stabil, tetapi juga dapat memastikan ketersediaan energi yang andal bagi seluruh lapisan masyarakat.

Smart grid menjadi kunci utama dalam mewujudkan transformasi tersebut. Dengan mengintegrasikan teknologi digital dan komunikasi dua arah, smart grid memungkinkan pemantauan real-time, pengelolaan beban otomatis, serta peningkatan efisiensi distribusi energi. Menurut Arsyadany, smart grid bukan sekadar infrastruktur, melainkan ekosistem yang menghubungkan data, teknologi, manusia, dan proses bisnis dalam satu kesatuan yang saling mendukung.

Implementasi smart grid dilakukan melalui integrasi berbagai sistem pendukung, seperti Advanced Distribution Management System (ADMS), Distributed Energy Resources Management System (DERMS), sistem penyimpanan energi baterai, aplikasi kecerdasan buatan, serta analitik data. Keempat komponen ini memungkinkan sistem untuk memprediksi perubahan, mengambil keputusan lebih cepat, dan mengoptimalkan operasional secara menyeluruh.

Pertemuan ini merupakan bagian dari IEE Series 2026, pameran industri energi dan teknik terbesar di Asia Tenggara yang berlangsung dari 3 hingga 12 September 2026. Acara ini terdiri dari dua gelaran utama: Energy Week (2–5 September) dan Engineering Week (9–12 September), dengan tema utama "Sustainability for Industrial Transformation". IEE Series 2026 berhasil menghadirkan peserta dari 39 negara dan wilayah, menggunakan area seluas 108.000 meter persegi—63% di antaranya merupakan area dalam ruangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya