Transisi Energi di Indonesia Butuh Keseimbangan Teknologi dan Ketersediaan
Upaya mencapai net zero emission 2060 menuntut pensiun dini PLTU batu bara, namun tantangan ketersediaan pasokan listrik dan infrastruktur energi baru tetap menghambat.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 09.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemindahan dari pembangkit berbahan bakar fosil ke sumber energi bersih memerlukan pendekatan bertahap yang mempertimbangkan realitas kebutuhan listrik nasional. Di tengah komitmen Indonesia menuju net zero emission (NZE) 2060, penghentian dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara masih menghadapi kendala signifikan. Pertumbuhan konsumsi listrik, terutama di wilayah Jawa-Bali, yang mencapai sekitar 2.000 megawatt per tahun, membuat transisi harus dilakukan tanpa mengorbankan stabilitas pasokan energi.
Kebutuhan kapasitas tambahan listrik hingga 2034 diproyeksikan mencapai 69,5 gigawatt, dengan rincian 42,6 GW dari energi terbarukan, 10,3 GW dari gas, serta 10,3 GW untuk sistem penyimpanan energi. Dalam konteks itu, perusahaan seperti Paiton Energy menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara efisiensi, keberlanjutan, dan keterjangkauan energi. Gas dianggap menjadi jembatan strategis dalam transisi, karena mampu mengurangi emisi karbon hingga sekitar 50 persen dibanding batu bara dan menawarkan efisiensi termal hingga 60 persen.
Paiton Energy, yang saat ini mengoperasikan pembangkit dengan kapasitas sekitar 4.600 MW, tengah mengusulkan pembangunan pembangkit gas combined cycle sebesar 2.000 MW. Tujuannya, menurunkan intensitas emisi dari rata-rata 913 gram CO2 per kilowatt hour (kWh) menjadi sekitar 600 gram per kWh. Proyek ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk beralih ke bahan bakar gas, serta menyiapkan infrastruktur yang dapat mendukung penggunaan hidrogen di masa depan.
Perusahaan menyatakan siap mengeksekusi rencana pengembangan, asalkan pemerintah memberikan kepastian regulasi dan izin. Keberlanjutan transisi juga bergantung pada ketersediaan pasokan gas, termasuk LNG, serta pengembangan teknologi turbin yang mendukung bahan bakar hidrogen. Mitsubishi Power Indonesia menegaskan bahwa meski infrastruktur hidrogen belum tersedia, potensi penggunaan amonia hijau dan konversi energi surya untuk produksi hidrogen hijau tetap menjadi fokus pengembangan.
Pendekatan integratif yang melibatkan gas, hidrogen, dan energi terbarukan seperti panas bumi dinilai sebagai kunci keberhasilan transformasi sistem energi nasional. Tanpa dukungan kebijakan yang transparan, pembiayaan yang terbuka, dan perencanaan infrastruktur yang matang, upaya pensiun dini PLTU batu bara berisiko mengganggu ketahanan energi nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Redmi Note 17 Dilengkapi Proteksi 36 Bulan untuk Pengguna Jangka Panjang
Xiaomi meluncurkan Redmi Note 17 dan Redmi Note 17 5G dengan layanan purnajual hingga 36 bulan, menekankan keandalan jangka panjang bagi konsumen di Indonesia.
26 September 2026

Hacker ShinyHunters Bobol Portal FBI, Bocorkan Data Pegawai Sensitif
Sebuah kelompok peretas mengklaim telah meretas situs resmi FBI dan mencuri data pribadi serta penugasan ribuan pegawai, termasuk informasi sensitif terkait intelijen asing.
25 September 2026

Kolaborasi Digital Indonesia-Microsoft Dorong Inovasi Berkelanjutan
Menteri Komunikasi dan Digital menekankan pentingnya kerja sama strategis dengan Microsoft untuk percepatan pengembangan AI, cloud, dan ekosistem digital berkelanjutan di Tanah Air.
25 September 2026

Grab Perkuat Keselamatan Pengguna dengan Teknologi AI dan Fitur Terintegrasi
Grab meluncurkan serangkaian fitur keselamatan berbasis kecerdasan buatan dan pengawasan manusia untuk melindungi pengguna dan mitra pengemudi selama perjalanan.
25 September 2026
Berita Lainnya

Hongqi Perkuat Kehadiran di Indonesia dengan Dealer Pertama di Mampang
Sabtu, 26 September 2026, 09.19 WITA

Prabowo Cairkan Rp100,1 Triliun untuk Pemulihan Bencana Sumatra
Sabtu, 26 September 2026, 09.08 WITA

Koperasi Desa Diminta Manfaatkan Fasilitas di Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 26 September 2026, 09.07 WITA

Tongke-Tongke Sinjai Berubah Jadi Pelabuhan Modern Berbasis Nelayan
Sabtu, 26 September 2026, 09.07 WITA

Singapura Bebaskan Petinggi Perusahaan dari Dakwaan Korupsi
Sabtu, 26 September 2026, 09.07 WITA

Warung Makan Gratis Sediakan 300 Porsi Harian untuk Warga
Sabtu, 26 September 2026, 09.06 WITA

PT CNI dan Pejabat ESDM Diduga Korupsi Nikel Rp401 Miliar
Sabtu, 26 September 2026, 09.06 WITA

Pengembangan TOD Jakarta Diperluas ke Lebak Bulus dan Kawasan Pusat
Sabtu, 26 September 2026, 09.05 WITA

