Trump Janjikan Dana Rp 87 Juta per Warga Jika Republik Menang Pemilu
Presiden AS Donald Trump menawarkan bantuan tunai Rp 87 juta per orang dewasa jika Partai Republik menang dalam pemilu paruh waktu, memicu kontroversi soal legalitas, anggaran, dan dampak inflasi.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 11.35 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 8x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana memberikan dana sebesar US$5.000—setara sekitar Rp 87 juta—kepada seluruh warga dewasa Amerika jika Partai Republik berhasil mempertahankan kendali di Kongres pada pemilu paruh waktu November mendatang. Janji tersebut disampaikan sebagai bagian dari kampanye politik yang menekankan kebijakan ekonomi berbasis keuntungan langsung bagi rakyat, meskipun belum ada rincian teknis mengenai sumber pendanaan atau mekanisme penyaluran.
Dalam konteks hukum, meskipun tidak secara langsung melanggar larangan pemberian imbalan atas suara, rencana ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kelayakan dan kewajaran. Konstitusi AS menegaskan bahwa presiden tidak dapat mengeluarkan dana publik tanpa persetujuan Kongres. Meskipun Trump menyatakan bahwa proses legislatif tidak perlu dilalui, hal ini menimbulkan kekhawatiran soal kewenangan eksekutif dan potensi penyalahgunaan kekuasaan.
Estimasi biaya dari pemberian tersebut mencapai sekitar US$1,27 triliun jika hanya diberikan kepada warga negara AS, yang setara dengan Rp 22.000 triliun. Angka ini jauh melampaui total anggaran stimulus pandemi sebelumnya yang mencapai US$814 miliar. Sementara itu, pendapatan dari bea masuk yang dikumpulkan selama tahun fiskal 2025 hanya sekitar US$195 miliar, yang berarti diperlukan hampir tujuh tahun penghasilan tanpa pengurangan untuk menutupi biaya ini.
Pihak oposisi, khususnya Partai Demokrat, merespons dengan tajam. Gubernur California, Gavin Newsom, menyebut janji Trump sebagai bentuk "pembelian suara" yang korup, sementara anggota Kongres dari Maryland, Jamie Raskin, menggambarkan langkah tersebut sebagai bagian dari kebijakan presiden yang "sembrono dan disfungsional". Mereka menekankan risiko inflasi akibat suntikan uang tunai besar-besaran ke ekonomi yang sedang mengalami tekanan harga.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Pemerintah melatih 32 pejabat Kemenko Perekonomian di China untuk meningkatkan kapasitas negosiasi dalam perundingan ekonomi internasional demi capai target pertumbuhan 8% pada 2029.
11 September 2026

Harga Cabai Rawit Nasional Capai Rp81 Ribu per Kg, Pemerintah Akselerasi Distribusi
Harga cabai rawit nasional mencapai Rp81.052 per kg, didorong kemarau panjang dan serangan OPT, pemerintah segera mobilisasi stok dari daerah surplus melalui program FDP.
11 September 2026

Bantuan Pangan Beras Tersalurkan di Kediri untuk 251 Ribu Penerima
Pemerintah melalui Bulog dan Kemenko Pangan salurkan 7.542 ton beras untuk 251.412 penerima di Kabupaten Kediri, Juli-September 2026.
11 September 2026

KTT BRICS di New Delhi Jadi Ujian Kekompakan Global
KTT BRICS di New Delhi menjadi fokus dunia saat pemimpin Rusia, China, Iran, dan India bertemu di tengah ketegangan geopolitik dan tantangan ekonomi global.
11 September 2026
Berita Lainnya

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


