Trump Unggah Foto AI Bersama Washington, Pakar Sebut Strategi Politik
Unggahan foto dan video AI Trump bersama George Washington disinyalir sebagai upaya strategis untuk mengalihkan perhatian dari isu kritis dan memperkuat citra historis dirinya.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.11 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah mengunggah serangkaian visual hasil kecerdasan buatan yang menampilkan dirinya berinteraksi dengan pendiri negara, George Washington. Gambar-gambar tersebut menampilkan Trump bersama Washington dalam tiga adegan berbeda: menandatangani peta dengan pena bulu, menunggang kuda, serta berjalan di ballroom yang diklaim akan dibangun di Gedung Putih. Unggahan ini muncul di tengah isu sensitif terkait kondisi kapal induk USS Abraham Lincoln di wilayah Timur Tengah, menimbulkan pertanyaan tentang kaitan waktu dan maksud di balik konten tersebut.
Para ahli komunikasi menilai unggahan tersebut bukan sekadar hiburan atau ekspresi narsistik, melainkan bagian dari taktik komunikasi politik yang terencana. Profesor Rene Hobbs dari Universitas Rhode Island mengungkapkan bahwa gambar AI ini berfungsi sebagai alat pengalih perhatian, menggantikan narasi berita utama dengan konten yang viral dan mudah dibagikan. Ia menekankan bahwa keselarasan waktu antara unggahan dan pemberitaan negatif tentang kapal induk bukan kebetulan, melainkan indikasi adanya perhitungan strategis.
Lebih jauh, pakar lain seperti Profesor Cara Finnegan dari Universitas Illinois menyatakan bahwa visual-visual tersebut dimaksudkan untuk membangun kesetaraan Trump dengan tokoh-tokoh sejarah besar. Dalam pandangannya, Trump tidak hanya menunjukkan koneksi dengan Washington, tetapi menciptakan ilusi bahwa dirinya berada pada posisi yang setara, bahkan sebagai pewaris legasi politik. Ia menyebut bahwa video AI Trump dan Washington di ruang dansa Gedung Putih diperkenalkan pada saat pemerintah sedang mendorong Mahkamah Agung untuk mendukung rencana pembangunan, yang menunjukkan kemungkinan kaitan dengan kebijakan publik.
Dari sisi teknis, Michael Spikes, asisten profesor dari Northwestern University, memperingatkan potensi longgarnya batas antara realitas dan simulasi digital. Ia menyatakan bahwa frekuensi penggunaan gambar AI oleh tokoh publik seperti Trump dapat menimbulkan efek kebiasaan, di mana masyarakat mulai menerima konten fiksi sebagai nyata. Meski saat ini belum terjadi penipuan skala besar, Spikes menekankan bahwa dampak jangka panjang terhadap kepercayaan publik terhadap informasi tetap menjadi ancaman serius.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

The Weeknd Siap Tampil di Jakarta, 26-27 September 2026
Konser tunggal pertama The Weeknd di Jakarta digelar di Stadion Internasional Jakarta pada 26 dan 27 September 2026 dengan setlist yang diprediksi mencakup sekitar 38 lagu ikonik dari berbagai era kariernya.
13 September 2026

Pezeshkian Tegaskan Ketahanan Iran Hadapi Tekanan AS-Israel
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan tekad negaranya tidak akan menyerah terhadap tekanan AS dan Israel dalam pidato di New Delhi, sementara India soroti risiko keamanan maritim dan ketergantungan energi akibat krisis di Selat Hormuz.
12 September 2026

Volkswagen Siapkan PHK 60 Ribu Karyawan, Biaya Capai Rp334 Triliun
Perusahaan otomotif Jerman Volkswagen akan menanggung biaya hingga 16 miliar euro atau sekitar Rp334 triliun untuk restrukturisasi besar-besaran, termasuk pemutusan hubungan kerja hingga 60.000 karyawan secara global.
12 September 2026

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026
Berita Lainnya

Trump Anggap Kekhawatiran AI Terlalu Ekstrem
Senin, 14 September 2026, 07.43 WITA

Aljazair Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA
Senin, 14 September 2026, 07.41 WITA

KMP Virgo Karam di Laut Jawa, 136 Penumpang Masih Hilang
Senin, 14 September 2026, 07.36 WITA

Kumpul Kebo Meningkat di Sulawesi Tenggara, Faktor Sosial dan Ekonomi Jadi Pemicu
Senin, 14 September 2026, 07.36 WITA

Pemerintah Pusat dan DKI Diminta Pertemuan soal Obligasi Daerah
Senin, 14 September 2026, 07.35 WITA

Bos Konsultan Tambang Diduga Kelabui Pajak Rp38,4 Miliar
Senin, 14 September 2026, 07.35 WITA

Tuan Tanah Belanda Kuasai Matraman 41 Tahun
Senin, 14 September 2026, 07.34 WITA

BGN Periksa Ulang 13.261 Dapur MBG, Bisa Dibekukan Jika Tak Memenuhi Syarat
Senin, 14 September 2026, 07.31 WITA


