Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Unggah Foto AI Bersama Washington, Pakar Sebut Strategi Politik

Unggahan foto dan video AI Trump bersama George Washington disinyalir sebagai upaya strategis untuk mengalihkan perhatian dari isu kritis dan memperkuat citra historis dirinya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.11 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Trump Unggah Foto AI Bersama Washington, Pakar Sebut Strategi Politik📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah mengunggah serangkaian visual hasil kecerdasan buatan yang menampilkan dirinya berinteraksi dengan pendiri negara, George Washington. Gambar-gambar tersebut menampilkan Trump bersama Washington dalam tiga adegan berbeda: menandatangani peta dengan pena bulu, menunggang kuda, serta berjalan di ballroom yang diklaim akan dibangun di Gedung Putih. Unggahan ini muncul di tengah isu sensitif terkait kondisi kapal induk USS Abraham Lincoln di wilayah Timur Tengah, menimbulkan pertanyaan tentang kaitan waktu dan maksud di balik konten tersebut.

Para ahli komunikasi menilai unggahan tersebut bukan sekadar hiburan atau ekspresi narsistik, melainkan bagian dari taktik komunikasi politik yang terencana. Profesor Rene Hobbs dari Universitas Rhode Island mengungkapkan bahwa gambar AI ini berfungsi sebagai alat pengalih perhatian, menggantikan narasi berita utama dengan konten yang viral dan mudah dibagikan. Ia menekankan bahwa keselarasan waktu antara unggahan dan pemberitaan negatif tentang kapal induk bukan kebetulan, melainkan indikasi adanya perhitungan strategis.

Lebih jauh, pakar lain seperti Profesor Cara Finnegan dari Universitas Illinois menyatakan bahwa visual-visual tersebut dimaksudkan untuk membangun kesetaraan Trump dengan tokoh-tokoh sejarah besar. Dalam pandangannya, Trump tidak hanya menunjukkan koneksi dengan Washington, tetapi menciptakan ilusi bahwa dirinya berada pada posisi yang setara, bahkan sebagai pewaris legasi politik. Ia menyebut bahwa video AI Trump dan Washington di ruang dansa Gedung Putih diperkenalkan pada saat pemerintah sedang mendorong Mahkamah Agung untuk mendukung rencana pembangunan, yang menunjukkan kemungkinan kaitan dengan kebijakan publik.

Dari sisi teknis, Michael Spikes, asisten profesor dari Northwestern University, memperingatkan potensi longgarnya batas antara realitas dan simulasi digital. Ia menyatakan bahwa frekuensi penggunaan gambar AI oleh tokoh publik seperti Trump dapat menimbulkan efek kebiasaan, di mana masyarakat mulai menerima konten fiksi sebagai nyata. Meski saat ini belum terjadi penipuan skala besar, Spikes menekankan bahwa dampak jangka panjang terhadap kepercayaan publik terhadap informasi tetap menjadi ancaman serius.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya