Turis Jepang Paling Sopan Dunia, Eropa Unggul di Petualangan dan Kuliner
Survei global menempatkan turis Jepang sebagai yang paling sopan, sementara Eropa unggul dalam minat petualangan dan kecintaan terhadap kuliner lokal.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 14.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Sebuah survei terbaru yang melibatkan 192 operator layanan wisata di berbagai belahan dunia mengungkapkan bahwa wisatawan asal Jepang dinilai paling menjunjung tinggi etika dan kesopanan saat berlibur. Dengan raihan 21,1 persen suara dari para operator, Jepang memimpin peringkat sebagai negara dengan turis paling beradab secara global. Di posisi kedua dan ketiga berturut-turut ditempati turis Norwegia dan Swiss, masing-masing mendapatkan 10,6 persen dan 10,4 persen suara. Di sisi lain, turis asal Italia menjadi yang paling rendah dalam indikator kesopanan, hanya meraih 1,3 persen suara.
Ketika menyoal kebiasaan memberi tip, wisatawan asal Amerika Serikat menduduki posisi teratas dengan 29,5 persen suara, menunjukkan budaya generositas yang kuat. Diikuti oleh Jerman (13,1 persen), Kanada (10 persen), dan Swiss (8,6 persen) sebagai negara yang juga dikenal ramah terhadap pemandu dan staf lokal. Sementara itu, dalam kategori pengeluaran saat berlibur, AS kembali unggul dengan 24 persen suara, diikuti oleh Jerman (12,8 persen) dan Kanada (12,8 persen), menunjukkan kecenderungan tinggi dalam membelanjakan uang selama perjalanan.
Di bidang minat petualangan, tiga negara Eropa mendominasi peringkat atas: Jerman meraih 21,1 persen suara, disusul Prancis (17,8 persen), dan Belanda (11 persen). Sebaliknya, turis dari Inggris dan India berada di posisi bawah dengan masing-masing hanya meraih 4,5 persen dan 4,3 persen suara, menunjukkan preferensi terhadap aktivitas liburan yang lebih santai dibanding eksplorasi ekstrem.
Sementara itu, dalam hal ketertarikan terhadap kuliner lokal, India menduduki peringkat pertama, disusul Jepang di posisi kedua. Prancis menempati urutan ketiga dengan 12,4 persen suara, diikuti China dan Belanda (7,7 persen). Hasil ini menunjukkan bahwa budaya makanan menjadi salah satu aspek utama yang dikagumi oleh wisatawan asal negara-negara Asia. Secara umum, wisatawan Eropa dinilai memiliki kepekaan tinggi terhadap isu konservasi alam dan perilaku satwa liar, menurut pernyataan dari beberapa operator tur di Zanzibar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Minuman Bantu Legakan Tenggorokan Usai Terpapar Abu Vulkanik
Konsumsi air putih, air hangat, dan minuman alami seperti jahe madu dapat meredakan iritasi tenggorokan akibat paparan abu vulkanik, meski tak mampu membersihkan partikel dari paru-paru.
8 September 2026

Pemerintah Tunda Penerapan Cukai Minuman Berpemanis
Pemerintah belum mengeksekusi cukai minuman berpemanis dalam kemasan meski target pendapatan Rp7,6 triliun ditetapkan untuk APBN 2026.
7 September 2026

Pertamina Ajak Masyarakat Berbagi Makanan di Hari Pelanggan
Pertamina Patra Niaga bagikan 8.100 porsi makanan gratis di delapan kota, melalui kegiatan memasak bersama dan berbagi di SPBU serta lembaga sosial.
7 September 2026

Jakarta Dukung Jadi Pusat Industri Kopi Nasional
Gubernur DKI Jakarta menegaskan komitmen memperkuat Jakarta sebagai pusat ekosistem kopi nasional melalui dukungan infrastruktur, kolaborasi, dan perhelatan internasional sebelum 2030.
5 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


