Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Turki, Saudi, Pakistan Gelar Pertemuan Pertama Pakta Makkah

Tiga negara di kawasan Timur Tengah dan Asia Barat menggelar pertemuan perdana pakta pertahanan bersama di Istanbul untuk memperkuat kerja sama keamanan regional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Turki, Saudi, Pakistan Gelar Pertemuan Pertama Pakta Makkah📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Para menteri pertahanan, luar negeri, dan kepala staf militer Turki, Arab Saudi, dan Pakistan bertemu secara langsung di Istanbul pada Senin (31/8) dalam pertemuan pertama sejak penandatanganan Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah pada 7 Agustus. Pertemuan ini menjadi tonggak penting bagi kerja sama keamanan regional yang diklaim mirip dengan struktur NATO, dengan prinsip bahwa serangan terhadap salah satu anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap semua pihak.

Agenda utama pertemuan mencakup pembahasan mengenai peningkatan kapasitas pertahanan bersama, peningkatan interoperabilitas antarangkatan bersenjata, serta peluang kolaborasi dalam industri pertahanan, termasuk produksi dan pengembangan alutsista bersama. Kementerian Luar Negeri Turki menegaskan bahwa isu keamanan internasional menjadi fokus utama diskusi, yang mencerminkan keinginan ketiga negara untuk membangun mekanisme pertahanan kolektif yang lebih tangguh.

Pembentukan pakta ini muncul di tengah ketegangan regional yang meningkat, terutama bagi Arab Saudi yang menghadapi ancaman dari kelompok milisi di Yaman dan Irak. Di tengah keraguan terhadap komitmen AS dalam melindungi sekutu di Teluk, kesepakatan ini menjadi upaya strategis untuk memperkuat kedaulatan keamanan secara mandiri. Pakistan dan Turki, yang memiliki perbatasan dengan Iran, turut merasa terdampak oleh eskalasi konflik di kawasan dan berkepentingan menjaga stabilitas.

Khususnya, Pakistan mengelola komunitas Syiah yang signifikan, sementara Turki mengkhawatirkan potensi gangguan dari gerakan separatisme Kurdi yang bisa memicu ketegangan internal. Kedua negara melihat pakta ini sebagai alat diplomasi dan keamanan yang seimbang, mendorong keterlibatan aktif dalam menjaga perdamaian regional tanpa ketergantungan pada kekuatan luar. Tujuan utamanya adalah menciptakan kerangka keamanan kolektif yang mampu menangkal ancaman bersama secara efektif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya