Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Udara Tidak Sehat Picu Risiko Kanker Paru, Dokter Minta Waspada

Kualitas udara buruk berdampak pada kesehatan paru, termasuk meningkatkan risiko kanker paru, meski bukan hanya dari merokok, sehingga perlu pencegahan dini.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 03.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Udara Tidak Sehat Picu Risiko Kanker Paru, Dokter Minta Waspada
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kondisi udara yang tercemar menjadi ancaman serius terhadap kesehatan pernapasan, khususnya dalam memicu perkembangan kanker paru. Menurut dokter spesialis paru dan onkologi toraks, paparan polusi lingkungan, termasuk asap kendaraan, asap pembakaran kayu, dan debu dari tempat pembuangan sampah, dapat meningkatkan risiko penyakit tersebut, bahkan pada individu yang tidak merokok.

Faktor risiko lingkungan menjadi perhatian khusus, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah padat atau berdekatan dengan sumber polusi. Pekerja di sektor pertambangan, galangan kapal, dan pabrik semen juga berisiko tinggi akibat paparan bahan kimia dan debu berbahaya dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa paparan lingkungan bukan hanya masalah domestik, tetapi juga pekerjaan yang memerlukan perlindungan khusus.

Dokter menekankan bahwa meskipun merokok tetap menjadi penyebab utama kanker paru—sekitar 85 persen—namun 15 persen kasus terjadi pada non-perokok. Paparan asap rokok pasif dapat meningkatkan risiko hingga 20 hingga 30 persen, menunjukkan pentingnya menjaga lingkungan bebas asap. Riwayat keluarga dengan kanker paru juga menjadi pertimbangan, mengingat faktor genetik dapat memengaruhi kecenderungan penyakit.

Untuk menekan risiko, dokter menyarankan masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara buruk, serta mengurangi paparan asap rokok, baik langsung maupun tidak langsung. Orang dengan faktor risiko tinggi, terutama di atas usia 50 tahun, disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin sesuai anjuran medis. Pencegahan dini dan kesadaran lingkungan menjadi kunci utama dalam menekan angka kejadian kanker paru.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya