Udara Tidak Sehat Picu Risiko Kanker Paru, Dokter Minta Waspada
Kualitas udara buruk berdampak pada kesehatan paru, termasuk meningkatkan risiko kanker paru, meski bukan hanya dari merokok, sehingga perlu pencegahan dini.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 03.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kondisi udara yang tercemar menjadi ancaman serius terhadap kesehatan pernapasan, khususnya dalam memicu perkembangan kanker paru. Menurut dokter spesialis paru dan onkologi toraks, paparan polusi lingkungan, termasuk asap kendaraan, asap pembakaran kayu, dan debu dari tempat pembuangan sampah, dapat meningkatkan risiko penyakit tersebut, bahkan pada individu yang tidak merokok.
Faktor risiko lingkungan menjadi perhatian khusus, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah padat atau berdekatan dengan sumber polusi. Pekerja di sektor pertambangan, galangan kapal, dan pabrik semen juga berisiko tinggi akibat paparan bahan kimia dan debu berbahaya dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa paparan lingkungan bukan hanya masalah domestik, tetapi juga pekerjaan yang memerlukan perlindungan khusus.
Dokter menekankan bahwa meskipun merokok tetap menjadi penyebab utama kanker paru—sekitar 85 persen—namun 15 persen kasus terjadi pada non-perokok. Paparan asap rokok pasif dapat meningkatkan risiko hingga 20 hingga 30 persen, menunjukkan pentingnya menjaga lingkungan bebas asap. Riwayat keluarga dengan kanker paru juga menjadi pertimbangan, mengingat faktor genetik dapat memengaruhi kecenderungan penyakit.
Untuk menekan risiko, dokter menyarankan masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara buruk, serta mengurangi paparan asap rokok, baik langsung maupun tidak langsung. Orang dengan faktor risiko tinggi, terutama di atas usia 50 tahun, disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin sesuai anjuran medis. Pencegahan dini dan kesadaran lingkungan menjadi kunci utama dalam menekan angka kejadian kanker paru.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Tim Jibom Brimob Polda Babel melakukan sterilisasi lokasi ledakan di penampungan besi tua di Belitung untuk memastikan tidak ada ancaman susulan dan mengungkap penyebab kejadian.
25 Oktober 2026

Houthi Lancarkan Serangan Berulang ke Kota Suci, Pemimpin Masjidil Haram Kecam Keras
Sheikh Abdulrahman Al-Sudais mengecam keras serangan rudal dan drone Houthi terhadap Makkah dan Madinah, menyatakan pelanggaran terhadap kesucian tempat suci dan norma kemanusiaan internasional.
25 Oktober 2026

NASA Soroti Lonjakan Kebakaran di Papua dan Kalimantan
NASA mencatat kebakaran hutan dan lahan di Papua serta Kalimantan mencapai level tertinggi sepanjang 2026, didorong El Niño dan aktivitas manusia, dengan emisi karbon melampaui rekor sebelumnya.
25 Oktober 2026

Lula dan Bolsonaro Tutup Kampanye di Pantai Rio
Dua tokoh politik utama Brasil, Lula dan Flavio Bolsonaro, menutup kampanye pemilu dengan massa besar di kawasan pantai Rio de Janeiro, menyusul debat terakhir yang memperuncing persaingan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA

