UGM Dorong Penegakan Hukum Atas Dugaan Kekerasan Terhadap Mahasiswa Saat Aksi
Universitas Gadjah Mada menyatakan akan menempuh jalur hukum terkait dugaan kekerasan terhadap lima mahasiswa yang terlibat unjuk rasa di Yogyakarta, demi menegaskan tanggung jawab dan mencegah kekerasan di masa depan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 08.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah serius terhadap dugaan kekerasan yang menimpa lima mahasiswa saat mengikuti aksi demonstrasi di Simpang Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Yogyakarta, pada Selasa (1/9). Pihak kampus menyatakan sedang mempersiapkan tindakan hukum sebagai respons terhadap peristiwa yang melibatkan korban luka fisik dan trauma psikologis. Langkah ini merupakan bentuk komitmen UGM dalam melindungi mahasiswa dan menegakkan prinsip demokrasi serta kemanusiaan.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Arie Sudjito, menegaskan bahwa siapa pun yang terlibat dalam tindakan kekerasan harus dimintai pertanggungjawaban. Ia menyampaikan bahwa upaya hukum bukan hanya untuk menuntut keadilan bagi korban, tetapi juga sebagai langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang. “Kami sedang menyusun langkah hukum, dan pesan utamanya adalah tidak ada toleransi terhadap kekerasan dalam bentuk apa pun,” ujar Arie di kampus UGM, Sleman.
Dalam peristiwa tersebut, enam mahasiswa dilaporkan mengalami cedera, termasuk memar di pelipis, luka robek di jidat dan bibir, serta luka pada perut dan bagian belakang kepala. Dua di antaranya mengalami gejala trauma dan sesak napas yang memerlukan penanganan medis. Arie menekankan bahwa perlindungan terhadap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi secara damai merupakan bagian penting dari keberlangsungan demokrasi. Kekerasan, menurutnya, tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun, termasuk dalam konteks aksi sosial atau politik.
Pihak UGM juga menyatakan bahwa proses advokasi akan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk lembaga hukum dan organisasi kemahasiswaan. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa semua pelanggaran hukum mendapat penanganan yang adil dan transparan. Dengan langkah ini, UGM berharap dapat menegaskan bahwa hak menyampaikan pendapat harus dilindungi tanpa mengorbankan keselamatan dan martabat manusia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pertama Kali iOS Berhasil Dioperasikan di Ponsel Android
Para pengembang independen berhasil menjalankan iOS 16 di perangkat Android, membuka jalan eksperimen teknis lintas ekosistem tanpa dukungan resmi dari Apple.
26 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan infrastruktur irigasi di lima daerah untuk tingkatkan akses air bagi petani lahan tadah hujan.
26 Oktober 2026

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional
Ketua BPI ungkap industri film lokal kekurangan talenta, terutama penulis naskah, meski lulusan perfilman jumlahnya melimpah namun hanya sedikit yang masuk ke industri.
26 Oktober 2026

Adegan Pernikahan Chandler Bing Menggambarkan Harapan Terdalam Perry
Keluarga Matthew Perry mengungkapkan kesedihan mendalam saat menyaksikan adegan pernikahan Chandler dan Monica, yang mencerminkan keinginan abang mereka untuk memiliki keluarga di tengah perjuangan melawan kecanduan.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Ir. H. Andi Pangerang Umar Mantan Bupati Kolaka Meninggal Dunia di Usia 91 Tahun
Senin, 26 Oktober 2026, 13.11 WITA

UIN Kolaka Gelar Adu Kreativitas dalam Bulan Bahasa
Senin, 26 Oktober 2026, 13.06 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Menteri dengan Kinerja Terbaik Menurut Survei
Senin, 26 Oktober 2026, 12.27 WITA

18 Orang Diamankan dalam Gerebek Narkoba di Kampung Madani
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Pramono Ajak Warga Dukung JRF 2026, Jakarta Semakin Diperhitungkan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Penindakan Wajib Direkam
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Mekanik Tangerang Kaget Dapat Tagihan Pajak McLaren Rp137 Juta
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

Pria di Madiun Tewaskan Istri Siri dan Anaknya dengan Cara Sadis
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

