Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Uni Afrika Kecam Kudeta Gagal di Niger

Uni Afrika mengecam keras upaya pemberontakan militer di Niger yang mengakibatkan bentrokan dan korban jiwa pada Agustus 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 15.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Uni Afrika Kecam Kudeta Gagal di Niger
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Uni Afrika mengeluarkan pernyataan tegas menolak segala bentuk upaya perebutan kekuasaan melalui kekerasan setelah terjadi insiden serius di ibu kota Niamey pada malam 28–29 Agustus 2026. Peristiwa tersebut melibatkan bentrokan bersenjata dan serangan terhadap fasilitas strategis, termasuk istana presiden dan stasiun televisi negara, yang menyebabkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur signifikan.

Ketua Komisi Uni Afrika, Mahmoud Ali Youssouf, menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi kekerasan yang mengancam stabilitas negara. Ia menekankan pentingnya menjaga prinsip demokrasi dan supremasi hukum, serta mengecam tindakan yang bertentangan dengan norma-norma regional dan internasional. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa, 2 September 2026, sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah Niger yang tetap menjaga integritas institusi negara.

Menanggapi kejadian tersebut, otoritas militer Niger mengonfirmasi berhasil menggagalkan upaya pemberontakan oleh sekelompok tentara di sebuah pangkalan dekat bandara utama. Pihak militer menyebut bahwa aksi tersebut direncanakan secara terkoordinasi dan menargetkan pusat kekuasaan negara. Meskipun ada serangan terhadap fasilitas publik, pihak berwenang menyatakan situasi telah dikendalikan secara menyeluruh dan keamanan umum kembali pulih.

Mahmoud Ali Youssouf juga menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri, menghindari provokasi, serta berkomitmen memelihara keamanan rakyat dan kestabilan nasional. Upaya ini dinilai sebagai bentuk perlindungan terhadap proses demokrasi yang sedang berjalan di Niger.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya