Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8,245 Triliun di Agustus 2026
Utang luar negeri Indonesia mencapai USD459,3 miliar atau setara Rp8,245 triliun pada Agustus 2026, tumbuh 5,6% secara tahunan, didorong kenaikan utang pemerintah dan bank sentral.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 20x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada bulan Agustus 2026 mencapai USD459,3 miliar, setara dengan Rp8,245 triliun berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp17.955 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 5,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan dinamika pembiayaan eksternal yang terus bergerak naik. Peningkatan ini terutama berasal dari kenaikan posisi ULN sektor publik, baik pemerintah maupun bank sentral, sementara ULN sektor swasta justru mengalami penurunan.
Dalam keterangan resmi, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI menyebut bahwa peningkatan ULN pemerintah mencapai USD220,9 miliar, tumbuh 3,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Faktor utama di balik kenaikan ini adalah aliran masuk yang signifikan pada Surat Berharga Negara (SBN), yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas dan prospek ekonomi Indonesia dalam jangka menengah.
Pemerintah, menurut keterangan resmi, tetap menegaskan komitmennya dalam menjaga kredibilitas dengan memastikan pembayaran pokok dan bunga utang dilakukan secara tepat waktu. Pengelolaan ULN juga dilakukan secara pruden, terukur, dan fleksibel untuk memastikan efisiensi dan optimalisasi pembiayaan negara. Hal ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga keseimbangan fiskal dan ketahanan ekonomi nasional.
ULN tetap menjadi instrumen penting dalam pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), namun pemanfaatannya terus diarahkan untuk sektor produktif yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Pengelolaan utang dilakukan dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan, termasuk dalam aspek waktu jatuh tempo, struktur pembiayaan, dan risiko kurs, guna memastikan kemandirian fiskal di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Anggota BPK RI Fathan Subchi meninggal dunia pada Minggu (25/10) di usia 56 tahun, meninggalkan jejak panjang dalam politik, keuangan negara, dan organisasi keislaman.
25 Oktober 2026

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Presiden Prabowo menegaskan ketahanan ekonomi nasional meski menghadapi tekanan dari MSCI, dengan menekankan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika pasar global.
25 Oktober 2026

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Program binaan Pertamina membantu UMKM tumbuh secara ekonomi sekaligus menciptakan dampak sosial luas melalui pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, dan pelestarian budaya lokal.
25 Oktober 2026

Pemprov Kaltim Dorong Literasi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur gencar tingkatkan literasi dan inklusi keuangan demi akses layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Shin Tae-yong Dorong Sistem Pembinaan Sepak Bola Berkelanjutan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Laswi Heritage Run 2026 Sukses Gagas Gelora Olahraga di Tengah Warisan Kolonial
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

