Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Vasektomi Bukan Alat Selingkuh, Ini Penjelasan Krisjiana Baharudin

Aktor Krisjiana Baharudin membantah tudingan netizen bahwa vasektomi yang ia lakukan bertujuan memudahkan perselingkuhan, menegaskan keputusan itu murni untuk kesehatan dan keutuhan keluarga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 21.17 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 6x dibuka
Vasektomi Bukan Alat Selingkuh, Ini Penjelasan Krisjiana Baharudin📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Krisjiana Baharudin menanggapi kritik netizen yang menyebut keputusannya menjalani vasektomi sebagai langkah demi kemudahan berselingkuh. Ia menegaskan bahwa tindakan medis tersebut justru merupakan bentuk tanggung jawab dan penghormatan terhadap kesehatan serta keputusan istri, Siti Badriah. Menurutnya, asumsi tersebut mencerminkan pemikiran yang sempit dan tidak realistis, sebab selingkuh tidak memerlukan prosedur seperti vasektomi sebagai syarat.

Prosedur vasektomi, yang dilakukan pada September 2026, bukan keputusan sembarangan. Krisjiana menyatakan telah mempertimbangkannya secara matang selama bertahun-tahun, termasuk dengan konsultasi langsung ke dokter spesialis. Ia juga mendapat dukungan dari kakak iparnya yang merupakan dokter dan telah menjalani prosedur serupa lima tahun lalu, sehingga memberikan keyakinan lebih terhadap keamanan dan efektivitas tindakan tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa keputusan ini juga terkait dengan keinginan bersama untuk fokus pada pendidikan dan pengasuhan dua anak perempuannya. Meski sempat menerima saran dari publik untuk menambah momongan demi memiliki anak laki-laki, Krisjiana menekankan bahwa keberhasilan keluarga kini lebih ditentukan oleh kualitas pendidikan, bukan jumlah anggota keluarga. Ia dan Siti Badriah telah berdiskusi secara mendalam, dan istri pun menyatakan belum ingin hamil lagi dalam waktu dekat.

Krisjiana menekankan bahwa vasektomi bukan akhir dari kemungkinan memiliki anak di masa depan. Ia menjelaskan bahwa prosedur tersebut bersifat semi-permanen dan bisa dibatalkan melalui prosedur reversi, atau alternatif lain seperti bayi tabung yang memungkinkan pemilihan jenis kelamin. Keputusan ini, menurutnya, adalah bentuk kepedulian terhadap kesehatan fisik dan psikologis istri, terutama setelah ia melewati proses pemulihan tubuh pasca-melahirkan, termasuk perawatan di Korea Selatan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya