Vietnam Unggul Ekspor, Airlangga Soroti Keterlambatan Indonesia
Menteri Koordinator Perekonomian mengungkap alasan Vietnam mampu mengejar dan melampaui pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama lewat strategi industri dan kebijakan investasi yang lebih agresif.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 21.18 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pertumbuhan ekonomi Vietnam yang mencapai 9 persen tahun ini menunjukkan keunggulan signifikan dibandingkan Indonesia yang stagnan di kisaran lima persen. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, keunggulan tersebut berasal dari transformasi struktur industri yang lebih maju, di mana Vietnam telah berpindah ke sektor manufaktur berteknologi tinggi, sementara Indonesia masih dominan pada industri dasar dan agrowisata. Pergeseran ini menjadi fondasi utama dalam mendorong efisiensi dan daya saing global.
Kunci utama dari keberhasilan Vietnam terletak pada ekspansi besar-besaran kawasan ekonomi khusus (KEK), yang mencapai 2 juta hektar—jauh melampaui total area KEK di Indonesia yang hanya sekitar 24 ribu hektar. Keberanian pemerintah Vietnam dalam memberikan kepastian hukum dan pelayanan optimal kepada investor asing turut mempercepat masuknya modal asing langsung. Dengan pendekatan ini, negara tetangga mampu menciptakan ekosistem investasi yang lebih menarik dibandingkan Indonesia.
Di samping infrastruktur, Vietnam juga unggul dalam diplomasi ekonomi internasional. Negara ini telah lebih dulu menandatangani Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif (CEPA) dengan Uni Eropa dan mendapatkan kebijakan tarif yang lebih menguntungkan dari Amerika Serikat. Hal ini memungkinkan produk ekspor Vietnam masuk pasar negara maju dengan biaya lebih rendah dan waktu lebih cepat, memperkuat posisinya dalam rantai pasok global.
Meski demikian, Airlangga menyoroti kelemahan struktural Vietnam, yaitu ketergantungan penuh pada ekspor karena tidak memiliki pasar domestik yang kuat. Investasi yang masuk ke negara tersebut harus difokuskan pada produksi ekspor, sehingga rentan terhadap fluktuasi pasar global. Namun, di tengah tekanan eksternal seperti kenaikan harga impor akibat konflik Iran, Vietnam tetap mampu mencatatkan pertumbuhan kuartal III sebesar 8,81 persen, didorong oleh ekspor yang kuat dan investasi infrastruktur yang masif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Kaya Gas, Tapi Masih Impor LPG
Kekayaan gas alam Indonesia tidak menyebabkan penghentian impor LPG karena keterbatasan komposisi gas bumi yang tidak sesuai untuk produksi LPG domestik.
7 Oktober 2026

IMF Beri Pinjaman US$189 Juta untuk Atasi Krisis Ekonomi Papua Nugini
Dana Moneter Internasional menyetujui bantuan keuangan sebesar US$189 juta kepada Papua Nugini untuk menopang stabilitas ekonomi di tengah tekanan dari stagnasi produksi LNG dan dampak iklim.
7 Oktober 2026

LPS Siapkan Aturan Baru Biaya Operasional Berbasis Kinerja 2027
LPS menyusun peraturan baru untuk standar biaya operasional berbasis kinerja, menggantikan sistem berbasis masukan, mulai tahun 2027 sesuai amanat UU P2SK.
7 Oktober 2026

Rupiah Melemah Tipis di Akhir Pekan, Dolar AS Berada di Rp17.875
Nilai tukar rupiah berakhir di Rp17.875 per dolar AS, menguat sedikit dari posisi sebelumnya, seiring tekanan eksternal dan pergerakan cadangan devisa BI.
7 Oktober 2026
Berita Lainnya

Data Center AI Harus Seimbangkan Kebutuhan Publik dan Digital
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.22 WITA

Haji 2027: Biaya Pelunasan Turun Jadi Rp23 Juta Berkat Subsidi
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.22 WITA

Indonesia Siap Raih Ekspor Nikel US$40 Miliar pada 2026
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.22 WITA

550 WNI Ditahan di Kamboja Usai Operasi Anti-Penipuan Online
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.22 WITA

Mendagri Hadiri Taklimat Presiden untuk Perwira Tinggi TNI-Polri
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.21 WITA

Pemerintah Tegas Atur Penggunaan Kontraktor Lokal di Sektor Pertambangan
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.21 WITA

Ibu Rumah Tangga Palembang Kembangkan Usaha dari Modal Rp2 Juta
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.21 WITA

IPOT X Revolusi Baru di Dunia Investasi Berbasis AI
Rabu, 7 Oktober 2026, 21.21 WITA

