VinFast Perkuat Produksi Lokal dengan Target TKDN 80 Persen
VinFast mempercepat integrasi industri kendaraan listrik di Indonesia dengan menargetkan TKDN mencapai 80 persen pada 2030 melalui pabrik di Subang.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 12.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Industri kendaraan listrik di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan, dengan penjualan wholesales melonjak dari 10.327 unit pada 2022 menjadi 103.931 unit pada 2025. Angka ini menempatkan pasar Indonesia di atas rata-rata ASEAN dan unggul dibandingkan Amerika Serikat dalam pangsa pasar kendaraan listrik murni. Di tengah dinamika tersebut, VinFast sebagai produsen otomotif asal Vietnam memperkuat komitmen strategisnya dengan membangun pabrik perakitan di Subang, Jawa Barat, sebagai pusat produksi dan rantai pasok kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.
Investasi yang dilakukan melebihi US$1 miliar, mencakup fasilitas seluas 171 hektare yang dirancang untuk memproduksi berbagai model, mulai dari city car hingga MPV listrik. Fasilitas ini dilengkapi lini produksi terintegrasi, termasuk pengelasan bodi, pengecatan, perakitan, dan pengujian kualitas. Selain itu, VinFast juga membangun kawasan pendukung untuk melibatkan pemasok dan kontraktor lokal, menciptakan sinergi ekosistem industri dalam negeri.
Sejalan dengan regulasi pemerintah, VinFast menetapkan target peningkatan TKDN secara bertahap: mencapai lebih dari 40 persen pada 2026, 60 persen pada 2029, dan mencapai 80 persen mulai 2030. Target ini sesuai dengan Perpres Nomor 79 Tahun 2023 yang mengatur peta jalan pengembangan kendaraan listrik roda empat, termasuk kewajiban mencapai TKDN minimal 80 persen sejak 2030. Kebijakan ini dirancang untuk memperkuat industri komponen dalam negeri, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah produksi nasional.
Komitmen lokal ini juga menjamin keberlanjutan layanan purnajual, dengan ketersediaan suku cadang yang lebih terjamin dan proses perbaikan yang lebih cepat. Selain itu, efisiensi rantai pasok dalam negeri diharapkan menekan biaya produksi dan distribusi, sehingga memberikan harga dan biaya perawatan yang lebih terjangkau bagi konsumen. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong transisi energi bersih serta membangun ekosistem industri yang berkelanjutan dan inklusif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.
8 September 2026

Agustus 2026 Catat Rekor Penjualan Mobil Baru
Penjualan mobil baru di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026, didorong lonjakan penjualan ritel dan momentum GIIAS yang sukses menarik minat konsumen.
8 September 2026

Penjualan Mobil Agustus 2026 Tembus Rekor 83 Ribu Unit
Penjualan mobil ritel di Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun, melampaui angka 80 ribu unit, didorong oleh momentum GIIAS 2026 dan pertumbuhan tahunan signifikan.
8 September 2026

Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Nasional
Pemerintah RI menegaskan komitmen membangun pabrik motor listrik sendiri melalui program MOLINAS demi percepatan industri hijau dan kemandirian teknologi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


