Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

VinFast Perkuat Produksi Lokal dengan Target TKDN 80 Persen

VinFast mempercepat integrasi industri kendaraan listrik di Indonesia dengan menargetkan TKDN mencapai 80 persen pada 2030 melalui pabrik di Subang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 12.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
VinFast Perkuat Produksi Lokal dengan Target TKDN 80 Persen
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Industri kendaraan listrik di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan, dengan penjualan wholesales melonjak dari 10.327 unit pada 2022 menjadi 103.931 unit pada 2025. Angka ini menempatkan pasar Indonesia di atas rata-rata ASEAN dan unggul dibandingkan Amerika Serikat dalam pangsa pasar kendaraan listrik murni. Di tengah dinamika tersebut, VinFast sebagai produsen otomotif asal Vietnam memperkuat komitmen strategisnya dengan membangun pabrik perakitan di Subang, Jawa Barat, sebagai pusat produksi dan rantai pasok kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

Investasi yang dilakukan melebihi US$1 miliar, mencakup fasilitas seluas 171 hektare yang dirancang untuk memproduksi berbagai model, mulai dari city car hingga MPV listrik. Fasilitas ini dilengkapi lini produksi terintegrasi, termasuk pengelasan bodi, pengecatan, perakitan, dan pengujian kualitas. Selain itu, VinFast juga membangun kawasan pendukung untuk melibatkan pemasok dan kontraktor lokal, menciptakan sinergi ekosistem industri dalam negeri.

Sejalan dengan regulasi pemerintah, VinFast menetapkan target peningkatan TKDN secara bertahap: mencapai lebih dari 40 persen pada 2026, 60 persen pada 2029, dan mencapai 80 persen mulai 2030. Target ini sesuai dengan Perpres Nomor 79 Tahun 2023 yang mengatur peta jalan pengembangan kendaraan listrik roda empat, termasuk kewajiban mencapai TKDN minimal 80 persen sejak 2030. Kebijakan ini dirancang untuk memperkuat industri komponen dalam negeri, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah produksi nasional.

Komitmen lokal ini juga menjamin keberlanjutan layanan purnajual, dengan ketersediaan suku cadang yang lebih terjamin dan proses perbaikan yang lebih cepat. Selain itu, efisiensi rantai pasok dalam negeri diharapkan menekan biaya produksi dan distribusi, sehingga memberikan harga dan biaya perawatan yang lebih terjangkau bagi konsumen. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong transisi energi bersih serta membangun ekosistem industri yang berkelanjutan dan inklusif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya