Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Volkswagen Akhiri Produksi Seat Mulai 2029

Volkswagen memutuskan menghentikan produksi merek Seat pada akhir 2029 sebagai bagian dari strategi restrukturisasi grup yang fokus pada Cupra dan efisiensi operasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 19.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Volkswagen Akhiri Produksi Seat Mulai 2029
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Volkswagen telah menetapkan batas waktu akhir untuk produksi kendaraan Seat, yaitu pada akhir tahun 2029. Keputusan ini merupakan bagian dari rencana strategis jangka panjang yang menempatkan Cupra sebagai merek utama di pasar otomotif Spanyol, sementara Seat akan secara bertahap ditarik dari lini produksi. Dokumen internal yang dibuat untuk rapat dewan pengawas pada 3–4 September mengungkapkan bahwa merek Seat tidak lagi masuk dalam perencanaan strategis grup, bahkan telah dihapus dari proyeksi pengembangan jangka panjang.

Proses penghentian produksi akan dilakukan secara bertahap selama tiga tahun, dengan tetap menjamin layanan purna jual dan kewajiban terhadap konsumen yang telah memiliki kendaraan Seat. Hal ini dilakukan demi memastikan transisi yang terkendali tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap loyalitas pelanggan. Meski Seat didirikan pada 1950 dan telah menjadi bagian dari keluarga Volkswagen sejak 1980-an, arah perusahaan telah berubah sejak Cupra bertransformasi menjadi merek independen pada 2018.

Data penjualan menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua merek. Pada 2025, total pengiriman Seat dan Cupra mencapai 586.300 unit, tetapi Cupra mencatat kenaikan 33 persen sementara Seat turun 17 persen. Volkswagen berharap Cupra dapat mencapai volume penjualan antara 500.000 hingga 600.000 unit per tahun. Kekurangan produk listrik dari Seat, yang belum memiliki kendaraan listrik dalam segmen apa pun, menjadi faktor penentu dalam keputusan ini.

Keputusan ini datang di tengah upaya besar Volkswagen untuk restrukturisasi menyeluruh, termasuk penutupan empat pabrik di Jerman dan pengurangan kapasitas produksi dari 12 juta menjadi 9 juta kendaraan per tahun. Penyebab utamanya adalah penurunan penjualan di pasar China, tekanan tarif, serta persaingan ketat di industri otomotif global. Dalam konteks ini, penghentian Seat menjadi langkah konsisten untuk memfokuskan sumber daya pada merek yang memiliki prospek pertumbuhan lebih kuat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya