Volkswagen Akhiri Produksi Seat Mulai 2029
Volkswagen memutuskan menghentikan produksi merek Seat pada akhir 2029 sebagai bagian dari strategi restrukturisasi grup yang fokus pada Cupra dan efisiensi operasional.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 19.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Volkswagen telah menetapkan batas waktu akhir untuk produksi kendaraan Seat, yaitu pada akhir tahun 2029. Keputusan ini merupakan bagian dari rencana strategis jangka panjang yang menempatkan Cupra sebagai merek utama di pasar otomotif Spanyol, sementara Seat akan secara bertahap ditarik dari lini produksi. Dokumen internal yang dibuat untuk rapat dewan pengawas pada 3–4 September mengungkapkan bahwa merek Seat tidak lagi masuk dalam perencanaan strategis grup, bahkan telah dihapus dari proyeksi pengembangan jangka panjang.
Proses penghentian produksi akan dilakukan secara bertahap selama tiga tahun, dengan tetap menjamin layanan purna jual dan kewajiban terhadap konsumen yang telah memiliki kendaraan Seat. Hal ini dilakukan demi memastikan transisi yang terkendali tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap loyalitas pelanggan. Meski Seat didirikan pada 1950 dan telah menjadi bagian dari keluarga Volkswagen sejak 1980-an, arah perusahaan telah berubah sejak Cupra bertransformasi menjadi merek independen pada 2018.
Data penjualan menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua merek. Pada 2025, total pengiriman Seat dan Cupra mencapai 586.300 unit, tetapi Cupra mencatat kenaikan 33 persen sementara Seat turun 17 persen. Volkswagen berharap Cupra dapat mencapai volume penjualan antara 500.000 hingga 600.000 unit per tahun. Kekurangan produk listrik dari Seat, yang belum memiliki kendaraan listrik dalam segmen apa pun, menjadi faktor penentu dalam keputusan ini.
Keputusan ini datang di tengah upaya besar Volkswagen untuk restrukturisasi menyeluruh, termasuk penutupan empat pabrik di Jerman dan pengurangan kapasitas produksi dari 12 juta menjadi 9 juta kendaraan per tahun. Penyebab utamanya adalah penurunan penjualan di pasar China, tekanan tarif, serta persaingan ketat di industri otomotif global. Dalam konteks ini, penghentian Seat menjadi langkah konsisten untuk memfokuskan sumber daya pada merek yang memiliki prospek pertumbuhan lebih kuat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.
8 September 2026

Agustus 2026 Catat Rekor Penjualan Mobil Baru
Penjualan mobil baru di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026, didorong lonjakan penjualan ritel dan momentum GIIAS yang sukses menarik minat konsumen.
8 September 2026

Penjualan Mobil Agustus 2026 Tembus Rekor 83 Ribu Unit
Penjualan mobil ritel di Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun, melampaui angka 80 ribu unit, didorong oleh momentum GIIAS 2026 dan pertumbuhan tahunan signifikan.
8 September 2026

Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Nasional
Pemerintah RI menegaskan komitmen membangun pabrik motor listrik sendiri melalui program MOLINAS demi percepatan industri hijau dan kemandirian teknologi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


