Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih Dikhawatirkan Ganggu Kestabilan Keuangan PNS
PNS dan pakar ekonomi menilai rencana penyaluran gaji melalui koperasi desa perlu evaluasi menyeluruh demi menjaga keandalan dan keamanan dana.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 15.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 110x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) mengungkapkan kekhawatiran terhadap wacana penyaluran gaji melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Mereka menekankan bahwa kebijakan ini harus dipertimbangkan secara matang, terutama mengingat tantangan dalam tata kelola, keamanan aset, dan kapasitas operasional koperasi yang belum teruji dalam skala besar. Kekhawatiran utama muncul dari risiko keterlambatan pembayaran, yang dapat berdampak langsung pada kebutuhan hidup pokok ASN yang bergantung pada penerimaan bulanan.
Seorang PNS dari sektor pendidikan di Surabaya menyoroti bahwa koperasi belum memiliki rekam jejak dalam mengelola dana berskala nasional. Ia menekankan bahwa tata kelola bukan hanya soal struktur internal, tetapi juga akuntabilitas dan kredibilitas dalam menangani uang negara. Menurutnya, jika sistem pengawasan tidak kuat, kegagalan dalam penyaluran dapat memicu keresahan kolektif di kalangan aparatur negara yang tergantung pada keteraturan keuangan bulanan.
PNS lain dari instansi yang sama mempertanyakan kesiapan teknologi dan sumber daya manusia dalam menjalankan mekanisme baru ini. Ia menilai bahwa sistem perbankan yang selama ini digunakan telah terbukti andal, dengan infrastruktur dan prosedur yang terukur. Mengganti sistem tersebut tanpa pembenahan menyeluruh dinilai terburu-buru dan berpotensi menimbulkan masalah lebih besar, termasuk akses terbatas di daerah terpencil dan risiko penyelewengan.
Pakar ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menegaskan bahwa pembayaran gaji dan pensiun merupakan kewajiban negara yang tidak boleh terlambat atau salah sasaran. Ia memperingatkan bahwa satu kegagalan dalam penyaluran dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara dan lembaga keuangan yang terlibat. Pengawasan koperasi yang belum memadai, ditambah belum adanya otoritas khusus dan perlindungan simpanan yang kuat, menjadi alasan utama mengapa skema ini perlu ditunda hingga fondasi pendukungnya siap.
Menurutnya, membebani koperasi dengan tanggung jawab besar seperti penyaluran gaji tanpa perlindungan dan pengawasan yang memadai berarti memindahkan risiko kepada PNS dan pensiunan—penerima utama dari kebijakan tersebut. Dengan demikian, evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan infrastruktur, regulasi, dan pengawasan menjadi syarat mutlak sebelum kebijakan ini diterapkan secara nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
OJK imbau masyarakat bijak manfaatkan akses pembiayaan digital dengan tetap mempertimbangkan kemampuan membayar dan pemahaman risiko yang melekat.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA: Tak Ganggu Ketersediaan
Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik harian, tetapi otoritas energi Singapura menegaskan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA Jamin Stabilitas Pasokan
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD, namun otoritas energi Singapura menegaskan pasokan tetap aman berkat cadangan dan diversifikasi sumber.
25 Oktober 2026

Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura untuk Jaga Ketersediaan Dalam Negeri
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai 24 Oktober 2026 demi menjamin pasokan energi nasional, khususnya untuk sektor kelistrikan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

GR Garage Ukir Prestasi di Kejurnas ITCR 1200 dan OMR 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.13 WITA

