Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Wali Kota Prancis Berdiri di Depan Polisi Lindungi Mahasiswa Demo

Wali Kota Saint-Denis, Bally Bagayoko, viral setelah berdiri di antara demonstran dan polisi saat aksi protes mahasiswa di Paris, menolak penggunaan kekerasan dan menekankan perlunya investasi pendidikan yang adil.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 09.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Wali Kota Prancis Berdiri di Depan Polisi Lindungi Mahasiswa Demo📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Wali Kota Saint-Denis, Bally Bagayoko, menjadi sorotan internasional setelah terekam dalam video berdiri tegak di antara massa demonstran dan pasukan polisi anti-huru-hara saat aksi protes berlangsung di Paris pada Selasa, 6 Oktober. Ia menempatkan dirinya secara langsung sebagai perisai ketika gas air mata dilepaskan, mengalami iritasi pada mata yang kemudian dirawat dengan larutan garam. Aksi tersebut dilakukan dalam konteks demonstrasi mahasiswa yang menuntut perbaikan kondisi sekolah negeri di wilayah pinggiran, khususnya di kawasan yang didominasi warga kelas pekerja.

Bagayoko menegaskan bahwa para peserta aksi, sebagian besar mahasiswa dari daerah terpencil, tidak menunjukkan tindakan agresif terhadap aparat. Ia meminta kepolisian untuk menghentikan penindakan terhadap mereka, menekankan bahwa aksi protes ini merupakan bentuk ekspresi demokratis yang sah. Dalam pernyataan kepada media, ia menyatakan keprihatinan atas ketidaksetaraan dalam alokasi anggaran pendidikan dan menyoroti bahwa pemerintah belum memenuhi komitmen untuk memperbaiki kondisi sekolah yang rusak, ruang kelas terlalu padat, serta kekurangan tenaga pengajar.

Latar belakang politik Bagayoko menunjukkan konsistensi dalam pendekatan kemanusiaan dan keadilan sosial. Ia lahir di Levallois-Perret pada 1973 dan tumbuh di Saint-Denis sejak 1975, menempuh pendidikan di SMA Paul-Eluard, lalu meraih gelar master di bidang Sains dan Teknologi Pengetahuan di Universitas Paris-8. Sebelum menjabat sebagai wali kota, ia aktif dalam dunia olahraga, pernah menjadi pemain basket semi-profesional, dan memiliki pengalaman dalam manajemen transportasi di RATP.

Karier politiknya dimulai pada 2001 di bawah kepemimpinan wali kota komunis Patrick Braouezec, dan terus berkembang melalui berbagai jabatan strategis di tingkat lokal hingga nasional. Ia terpilih sebagai wali kota Saint-Denis dan Pierrefitte-sur-Seine pada 15 Maret, memperoleh 50,77 persen suara dalam putaran pertama pemilihan. Sejak awal, ia menekankan pentingnya investasi publik di bidang pendidikan dan keadilan sosial, serta pendekatan yang lebih inklusif terhadap kelompok rentan.

Aksi terbarunya dalam protes mahasiswa menegaskan komitmen pribadinya terhadap hak asasi dan keadilan. Ia menilai bahwa ketimpangan pendidikan di Prancis, terutama di wilayah seperti Saint-Denis yang memiliki tingkat kemiskinan dua kali lipat rata-rata nasional, harus segera ditangani dengan kebijakan yang berani. Bagayoko menyerukan peningkatan pajak terhadap kelompok miliarder sebagai langkah untuk menyelaraskan distribusi sumber daya dan menciptakan sistem pendidikan yang lebih adil bagi semua generasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya