Wali Kota Prancis Berdiri di Depan Polisi Lindungi Mahasiswa Demo
Wali Kota Saint-Denis, Bally Bagayoko, viral setelah berdiri di antara demonstran dan polisi saat aksi protes mahasiswa di Paris, menolak penggunaan kekerasan dan menekankan perlunya investasi pendidikan yang adil.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 09.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Wali Kota Saint-Denis, Bally Bagayoko, menjadi sorotan internasional setelah terekam dalam video berdiri tegak di antara massa demonstran dan pasukan polisi anti-huru-hara saat aksi protes berlangsung di Paris pada Selasa, 6 Oktober. Ia menempatkan dirinya secara langsung sebagai perisai ketika gas air mata dilepaskan, mengalami iritasi pada mata yang kemudian dirawat dengan larutan garam. Aksi tersebut dilakukan dalam konteks demonstrasi mahasiswa yang menuntut perbaikan kondisi sekolah negeri di wilayah pinggiran, khususnya di kawasan yang didominasi warga kelas pekerja.
Bagayoko menegaskan bahwa para peserta aksi, sebagian besar mahasiswa dari daerah terpencil, tidak menunjukkan tindakan agresif terhadap aparat. Ia meminta kepolisian untuk menghentikan penindakan terhadap mereka, menekankan bahwa aksi protes ini merupakan bentuk ekspresi demokratis yang sah. Dalam pernyataan kepada media, ia menyatakan keprihatinan atas ketidaksetaraan dalam alokasi anggaran pendidikan dan menyoroti bahwa pemerintah belum memenuhi komitmen untuk memperbaiki kondisi sekolah yang rusak, ruang kelas terlalu padat, serta kekurangan tenaga pengajar.
Latar belakang politik Bagayoko menunjukkan konsistensi dalam pendekatan kemanusiaan dan keadilan sosial. Ia lahir di Levallois-Perret pada 1973 dan tumbuh di Saint-Denis sejak 1975, menempuh pendidikan di SMA Paul-Eluard, lalu meraih gelar master di bidang Sains dan Teknologi Pengetahuan di Universitas Paris-8. Sebelum menjabat sebagai wali kota, ia aktif dalam dunia olahraga, pernah menjadi pemain basket semi-profesional, dan memiliki pengalaman dalam manajemen transportasi di RATP.
Karier politiknya dimulai pada 2001 di bawah kepemimpinan wali kota komunis Patrick Braouezec, dan terus berkembang melalui berbagai jabatan strategis di tingkat lokal hingga nasional. Ia terpilih sebagai wali kota Saint-Denis dan Pierrefitte-sur-Seine pada 15 Maret, memperoleh 50,77 persen suara dalam putaran pertama pemilihan. Sejak awal, ia menekankan pentingnya investasi publik di bidang pendidikan dan keadilan sosial, serta pendekatan yang lebih inklusif terhadap kelompok rentan.
Aksi terbarunya dalam protes mahasiswa menegaskan komitmen pribadinya terhadap hak asasi dan keadilan. Ia menilai bahwa ketimpangan pendidikan di Prancis, terutama di wilayah seperti Saint-Denis yang memiliki tingkat kemiskinan dua kali lipat rata-rata nasional, harus segera ditangani dengan kebijakan yang berani. Bagayoko menyerukan peningkatan pajak terhadap kelompok miliarder sebagai langkah untuk menyelaraskan distribusi sumber daya dan menciptakan sistem pendidikan yang lebih adil bagi semua generasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mediasi Gugatan Rp1 Miliar ke Erin Gagal, Perkara Lanjut ke Persidangan
Mediasi gugatan perdata senilai Rp1 miliar oleh mantan ART terhadap Erin berakhir tanpa kesepakatan setelah pihak tergugat absen, sehingga perkara berlanjut ke persidangan pokok di PN Jaksel.
9 Oktober 2026

Betrand Peto Bantah Video Pesta Viral, Sebut Rekaman Dicuri dan Dipotong Ilegal
Betrand Peto menegaskan video pesta yang viral merupakan rekaman pribadi lama yang diretas dan diedit tanpa izin, sambil fokus menyelesaikan kasus dugaan TPKS di Polda Metro Jaya.
9 Oktober 2026

4 Pria Ditangkap Usai Beraksi di Tol Pakai Kostum Legenda
Empat pria ditangkap oleh aparat setelah berjalan di jalan tol dengan kostum karakter legendaris, menyusuri rute dari Tay Ninh ke Ho Chi Minh untuk memenuhi wasiat mendiang teman yang telah meninggal.
9 Oktober 2026

Polda Metro Lanjutkan Penyelidikan Dugaan TPKS Terhadap Betrand Peto
Penyidik Polda Metro Jaya menuntaskan pemeriksaan terhadap Betrand Peto dalam kasus dugaan kekerasan seksual dan akan segera gelar perkara untuk tentukan langkah hukum berikutnya.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Investasi Modern Tuntut Tenaga Kerja Siap Digital
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.30 WITA

IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas dengan Tekanan Penurunan
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.30 WITA

Danantara Percepat Integrasi BUMN Karya Hingga Akhir 2026
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.29 WITA

Thomas Sugiarto Resmi Jabat Dirut Garuda Indonesia
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.29 WITA

Aturan Baru Perlindungan Ketenagakerjaan Resmi Berlaku, Apindo Tunggu Naskah Resmi
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.29 WITA

Pelindo dan Pelni Tak Akan Digabung, Disebut Punya Model Bisnis Berbeda
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.29 WITA

Bek Persib Diduga Jadi Korban Rasisme Saat Lawan Port FC
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.06 WITA

Legenda MU dan Arsenal Tiba di Jakarta Jelang Laga Reuni Legendaris
Jumat, 9 Oktober 2026, 09.06 WITA

