Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Wamen Stella Dorong Mahasiswa Kuasai Pengetahuan Universal

Wakil Menteri menekankan pentingnya membangun pengetahuan luas dan keterampilan berpikir kritis sebagai respons terhadap era kecerdasan buatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 14.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Wamen Stella Dorong Mahasiswa Kuasai Pengetahuan Universal
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyerukan kepada seluruh mahasiswa untuk memanfaatkan masa kuliah sebagai momentum membentuk fondasi pengetahuan yang kokoh dan kompetensi berpikir kritis. Dalam kesempatan di Jakarta, ia menekankan bahwa ketahanan diri terhadap transformasi teknologi, khususnya kecerdasan buatan, hanya bisa dicapai melalui pemahaman ilmu yang mendalam dan tidak mudah digantikan oleh mesin.

Ia menekankan bahwa kuliah bukan hanya proses akademik formal, tetapi juga ruang untuk pengembangan diri secara holistik. Mahasiswa diminta untuk menjalani proses pembelajaran secara penuh, menjelajahi berbagai pengalaman, serta memperdalam ilmu secara universal agar mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika zaman. Menurutnya, hanya dengan pengetahuan yang luas dan mendalam, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang relevan.

Pentingnya manajemen waktu dan penentuan prioritas juga menjadi fokus utama dalam pesannya. Ia menyebut bahwa menggabungkan kuliah dengan pengalaman kerja dapat menjadi pemicu pengembangan keterampilan manajemen diri yang efektif. Pengalaman tersebut, menurutnya, akan membentuk kematangan dalam menghadapi tantangan nyata di dunia kerja.

Dalam paparannya, Wamen menyampaikan lima prinsip utama untuk meraih keberhasilan akademik dan personal: hidup secara maksimal tanpa kompromi, mengeksplorasi dan memanfaatkan setiap kesempatan, memperoleh pengetahuan yang bersifat universal, belajar dari kesulitan sebagai bagian dari pertumbuhan, serta tetap mengingat asal-usul dan nilai-nilai dasar.

Ia berharap seluruh mahasiswa tidak hanya menjadi lulusan yang kompeten, tetapi juga individu yang adaptif, inovatif, dan mampu memanfaatkan ilmu untuk kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan menjadi pilar pembangunan bangsa yang berkelanjutan dan berwawasan global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya