Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Wapres Janjikan Percepatan Hunian dan Penyelesaian Dam

Wapres mendengarkan langsung keluhan warga terdampak bencana di Tapanuli Tengah, menjanjikan percepatan pembangunan hunian tetap dan penyelesaian infrastruktur pengendali bencana.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 16.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Wapres Janjikan Percepatan Hunian dan Penyelesaian Dam
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Wakil Presiden secara langsung menyimak berbagai aspirasi masyarakat yang menghentikan perjalanannya menuju lokasi peninjauan Sabo Dam di Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kedatangannya yang tiba-tiba memicu antusiasme warga, yang dengan tegas menyampaikan kebutuhan mendesak terkait jaminan hidup, kepastian tempat tinggal, serta penyelesaian infrastruktur pengendali bencana. Mereka menekankan bahwa kondisi yang masih memprihatinkan seharusnya menjadi prioritas penanganan pemerintah.

Dalam dialog yang berlangsung hangat dan terbuka, Wapres menegaskan bahwa setiap keluhan dari masyarakat terdampak merupakan tanggung jawab bersama yang harus segera ditindaklanjuti. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan setiap permintaan terpenuhi sesuai kewenangan masing-masing. Pemerintah, menurutnya, tidak boleh berhenti menyalurkan bantuan hingga seluruh warga terdampak kembali menikmati kehidupan normal.

Mengenai hunian tetap, Wapres mengakui bahwa proses pembangunan masih berjalan secara bertahap dan belum semua warga menerima hunian. Namun, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penyelesaian agar semua korban bencana mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman. Ia meminta seluruh instansi terkait untuk memperhatikan realita di lapangan dan mengevaluasi mekanisme penyaluran bantuan secara rutin.

Terkait pembangunan Sabo Dam, masyarakat menekankan pentingnya infrastruktur ini dalam mencegah risiko bencana di masa depan. Wapres menyatakan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari upaya strategis perlindungan masyarakat, dan penyelesaiannya harus menjadi prioritas nasional. Ia meminta seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk mengawal proyek tersebut hingga tuntas, agar tidak ada lagi korban akibat banjir lahar dan longsor.

Kehadiran Wapres di lokasi terdampak menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendengar langsung keluh kesah masyarakat, bukan hanya melalui laporan formal. Dengan menunjukkan kehadiran fisik dan sikap responsif, pemerintah ingin menegaskan bahwa pemulihan pasca-bencana bukan sekadar kebijakan, melainkan komitmen nyata terhadap kesejahteraan rakyat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya