Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Warga AS Berutang Bisa Lupas Utang Lewat Bertugas Militer

Seorang analis keamanan Zionis menawarkan penghapusan utang bagi warga AS yang mendaftar militer, sebagai respons terhadap kebutuhan pasukan dalam konflik dengan Iran.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 10.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Warga AS Berutang Bisa Lupas Utang Lewat Bertugas Militer
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Seorang pakar keamanan strategis yang dikenal dengan posisinya sebagai analis Zionis mengusulkan skema baru dalam upaya memperkuat kekuatan militer AS, khususnya dalam konteks ketegangan dengan Iran. Usulan tersebut menawarkan penghapusan total utang pribadi—termasuk pinjaman mahasiswa dan kartu kredit—kepada warga negara AS yang bersedia mendaftar sebagai tentara aktif.

Menurut analis tersebut, program ini akan berjalan melalui mekanisme pemerintah federal, di mana setiap warga yang menyelesaikan masa tugas selama 24 hingga 36 bulan akan diberi pembebasan dari semua kewajiban keuangan pribadi. Ia menilai bahwa skema ini mampu menarik partisipasi sukarela dalam jumlah besar, terutama dari kalangan muda yang terdampak beban utang.

Dalam tulisannya, analis itu menekankan bahwa perang melawan Iran tidak bisa dimenangkan hanya melalui serangan udara. Ia memperkirakan kebutuhan pasukan darat mencapai antara 750.000 hingga 1,5 juta prajurit, jauh melampaui jumlah personel aktif Angkatan Darat AS yang saat ini berjumlah 452.000 orang. Dengan demikian, kebijakan perekrutan melalui insentif keuangan dinilai sebagai solusi strategis untuk menutup celah kekuatan militer.

Usulan ini disampaikan sebagai bagian dari analisis mendalam mengenai dinamika keamanan regional dan kesiapan militer AS dalam menghadapi ancaman skala besar. Meski kontroversial, pendekatan tersebut menekankan keterkaitan antara krisis keuangan pribadi dan kapasitas pertahanan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya