Warga Lansia di AS Terjepit Biaya Hidup dan Bantuan Berkurang
Kenaikan harga BBM dan pemangkasan bantuan pemerintah memperburuk krisis pangan bagi lansia berpenghasilan rendah di Amerika Serikat, memaksa mereka memilih antara obat atau makanan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Di tengah ekonomi yang dikenal kuat, warga berpenghasilan rendah di Amerika Serikat kini menghadapi tekanan ekonomi yang mengancam keberlangsungan hidup. Di Detroit, seorang nenek berusia 65 tahun, Tonya King, menangis haru saat menerima bantuan makanan dari organisasi nirlaba Focus: Hope. Ia mengungkapkan ketakutan akan kehilangan akses ke kebutuhan dasar, terutama saat harga bahan bakar minyak melonjak dan bantuan pemerintah dipangkas. Setiap kotak makanan yang diterima berisi pasta, kacang kering, makanan kaleng, dan susu bubuk, cukup untuk memenuhi kebutuhan enam anggota keluarga selama dua minggu—periode yang sangat penting di tengah musim dingin.
Kondisi rumah King yang rusak parah—dengan tungku pemanas tidak berfungsi, air mengalir terputus lebih dari sebulan, lantai berlubang, dan jendela terbuka—menjadi simbol ketidakmampuan ekonomi yang mencekik. Ia yang menderita kelumpuhan otak akibat cerebral palsy harus menggunakan pispot karena tidak bisa bergerak bebas. Di tengah keterbatasan fisik dan finansial, ia harus memilih antara membeli obat untuk kejang dan obat diabetes, menunjukkan betapa dalamnya krisis kebutuhan dasar yang dialami masyarakat rentan.
Organisasi yang menyalurkan bantuan pun terdampak. Focus: Hope kini mengirimkan 1.300 kotak makanan per bulan, naik dari 800 pada awal tahun, mencerminkan meningkatnya kebutuhan. Namun, kenaikan harga diesel—yang dipicu konflik geopolitik yang melibatkan AS—membuat biaya pengiriman melonjak. Di California, Central California Food Bank melaporkan kenaikan pengeluaran bahan bakar hingga 61% hanya dalam tiga bulan, setara dengan sekitar 250.000 porsi makanan yang tidak bisa disediakan. Donatur pun terdampak, dengan sumbangan pribadi yang menurun karena tekanan biaya hidup yang sama.
Pemangkasan bantuan pemerintah turut memperparah situasi. Lebih dari 4,7 juta orang kehilangan akses ke Program Bantuan Gizi Tambahan (SNAP) sejak kebijakan pajak dan belanja tahun sebelumnya berlaku. Di Michigan, jajak pendapat menunjukkan hampir setengah pemilih menyebut biaya hidup sebagai faktor utama dalam menentukan pilihan politik menjelang pemilu sela 2026. Kandidat Demokrat Abdul El-Sayed, mantan kepala kesehatan Detroit, mengangkat isu kenaikan biaya hidup dan layanan kesehatan sebagai fokus kampanye, menekankan perlunya intervensi kebijakan untuk melindungi kelompok rentan.
Situasi ini menunjukkan bagaimana kenaikan harga energi tidak hanya memengaruhi transportasi, tetapi juga mengganggu rantai distribusi bantuan sosial dan memperlebar kesenjangan. Ketika biaya operasional meningkat, sementara dana bantuan berkurang, masyarakat paling terdampak—terutama lansia dan penyandang disabilitas—terus terjepit dalam lingkaran kemiskinan yang sulit dikeluarkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

14 Lokasi Piknik Unik yang Menyuguhkan Sejarah dan Keindahan Tak Biasa
Berbagai tempat piknik di dunia menawarkan pengalaman berbeda, dari bekas tambang hingga reruntuhan kastel, dengan nuansa sejarah dan alam yang menarik.
24 Oktober 2026

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
BMKG memperingatkan 16 wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang, didorong dinamika atmosfer regional dan lokal pada Sabtu (24/10).
24 Oktober 2026

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Prediksi BMKG menunjukkan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mulai mundur hingga November hingga Desember, dengan risiko banjir dan longsor meningkat di akhir tahun.
24 Oktober 2026

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
NASA menegaskan komitmen mendaratkan astronot di permukaan bulan pada 2028 melalui misi Artemis IV, dengan dukungan SpaceX dan Blue Origin dalam pengembangan wahana pendaratan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

