Warga Was-Was Diklaim Mampu Saat Sensus Kemiskinan
Masyarakat khawatir tergolong mampu saat sensus nasional, berisiko kehilangan akses ke subsidi pertalite meski hidup serba pas-pasan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 09.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Pemerintah kini memperkuat mekanisme identifikasi kemiskinan melalui sensus lapangan yang menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pemukiman elit hingga kawasan padat dengan akses terbatas. Proses ini dilakukan untuk memastikan bantuan sosial dan subsidi energi, seperti pertalite, benar-benar diberikan kepada mereka yang memang berada di bawah garis kemiskinan. Namun, narasi 'ketepatan sasaran' yang digunakan pemerintah justru memicu kecemasan di kalangan warga yang sehari-hari hidup dengan pendapatan minim.
Banyak keluarga yang mengaku masih kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, namun khawatir tergolong mampu dalam klasifikasi baru yang digunakan pemerintah. Jika teridentifikasi sebagai kelompok mampu, mereka dikhawatirkan kehilangan akses terhadap pertalite, meski motor yang digunakan sudah tua dan sering mogok karena kekurangan bahan bakar. Kondisi ini memperburuk beban ekonomi rumah tangga yang sudah terjepit.
Kebijakan ini dipandang sebagai upaya menekan beban APBN yang terus meningkat akibat subsidi energi. Dengan memperbaiki data dan mengkategorikan masyarakat secara lebih akurat, pemerintah berharap alokasi subsidi bisa lebih efisien. Namun, kekhawatiran muncul bahwa mekanisme pengukuran kemiskinan yang ketat bisa justru mengecualikan keluarga yang secara nyata berada dalam keterbatasan ekonomi.
Kritik pun muncul dari berbagai pihak, menyebut kebijakan ini berpotensi menimbulkan diskriminasi terhadap kelompok rentan. Mereka mempertanyakan apakah ukuran kemiskinan yang digunakan benar-benar mencerminkan realitas kehidupan sehari-hari, terutama di daerah dengan akses terbatas dan harga kebutuhan pokok tinggi. Dengan begitu, pemerintah harus memastikan bahwa klasifikasi tidak hanya akurat secara teknis, tetapi juga manusiawi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Kacamata AI Berfitur Interaktif Memicu Kekhawatiran Privasi
Perangkat kacamata berbasis kecerdasan buatan yang mampu merekam, menelpon, dan berinteraksi secara real-time memicu kekhawatiran publik soal privasi dan etika penggunaan teknologi.
13 September 2026

10 Ruas Tol Indonesia dengan Pemandangan Alam Memukau
Sejumlah ruas tol di berbagai wilayah Indonesia menawarkan pemandangan alam yang memukau, dari perbukitan hijau hingga laut lepas, sekaligus mendukung efisiensi perjalanan.
12 September 2026

Pertamina UMK Academy 2026 Mulai Tahap Regional dengan 1.500 Peserta Terpilih
Program pembinaan UMK dari Pertamina resmi dimulai tahap regional dengan melibatkan lebih dari 1.500 pelaku usaha mikro dan kecil dari seluruh Indonesia.
12 September 2026

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Great Wall Motor Indonesia perluas jaringan hingga 25 outlet akhir tahun ini, sambil perkenalkan MPV hybrid premium dan tingkatkan penjualan pasca kenaikan volume di Agustus 2026.
11 September 2026
Berita Lainnya

Waspada Modus Penipuan Liburan Berbasis AI
Senin, 14 September 2026, 11.48 WITA

Batas Aman Konsumsi Gula Harian Sesuai Aturan Kemenkes
Senin, 14 September 2026, 11.48 WITA

31 Produk Herbal dan Suplemen Ilegal Berbahaya Ditemukan BPOM
Senin, 14 September 2026, 11.47 WITA

iPhone 18 Pro Resmi Meluncur, Ketersediaan di Indonesia Belum Dipastikan
Senin, 14 September 2026, 11.44 WITA

Malware Asal Indonesia Ancam Privasi Pengguna Android
Senin, 14 September 2026, 11.38 WITA

Dirut Konsultan Tambang Diserahkan ke Kejaksaan atas Dugaan Penggelapan Pajak Rp3,3 Miliar
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA

Penembakan Jelang Pemilu Bangsamoro Tewaskan Tiga Orang
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA

Revisi UU HKPD Jadi Prioritas, DPR Evaluasi Batasan Belanja Pegawai
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA


