Waskita Karya Terapkan Sistem Pembayaran Digital Terintegrasi
Waskita Karya menjadi konstruksi pertama di Indonesia yang menerapkan sistem pembayaran Host to Host berbasis API terstandar SNAP, meningkatkan efisiensi dan transparansi keuangan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 16.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - PT Waskita Karya (Persero) Tbk secara resmi meluncurkan sistem pembayaran digital terintegrasi berbasis Host to Host (H2H) yang mengandalkan Application Programming Interface (API) dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Sistem ini telah bersertifikasi Nasional Open API (SNAP), menjadikan Waskita Karya sebagai perusahaan konstruksi pertama di tanah air yang meraih sertifikasi tersebut. Penerapan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mempercepat transformasi digital dan memperkuat tata kelola keuangan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Melalui integrasi H2H, proses pembayaran dilakukan secara otomatis dan real time, menghubungkan langsung sistem internal perusahaan dengan sistem perbankan mitra. Dengan demikian, alur pembayaran tidak lagi bergantung pada dokumen fisik, melainkan sepenuhnya digital melalui platform SAP. Tim proyek kini dapat memantau status pengajuan pembayaran secara langsung dari mana saja, sementara mitra kerja mendapatkan informasi pembayaran secara real time, meningkatkan akuntabilitas dan transparansi.
Direktur Keuangan Waskita Karya, Wiwi Suprihatno, menegaskan bahwa penerapan H2H merupakan bentuk nyata dari transformasi digital yang berjalan selaras dengan delapan arah strategi perusahaan. Ia menyebut sistem ini mendukung sentralisasi proses pembayaran, mempercepat arus kas, dan meminimalkan potensi kesalahan manual. Dengan demikian, efisiensi operasional dan pengelolaan dana semakin terjaga secara sistemik.
Wiwi juga menyampaikan apresiasi kepada BNI atas dukungan teknis dan kolaborasi dalam mewujudkan ekosistem pembayaran digital yang inklusif. Ia menekankan bahwa kerja sama ini bukan hanya menguntungkan internal perusahaan, tetapi juga mendukung transformasi digital nasional. Ke depan, Waskita Karya berkomitmen untuk memperluas digitalisasi menyeluruh terhadap seluruh sistem operasional perusahaan, menjadikan inovasi sebagai bagian dari budaya kerja.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Partikel abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau barrier yang sudah rusak.
9 September 2026

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Penggunaan dua masker, terutama tipe bedah, dinilai bisa meningkatkan perlindungan dari abu vulkanik meski belum ada bukti ilmiah pasti.
9 September 2026

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Pemilik hewan peliharaan di lima provinsi terdampak harus segera lindungi anabul dari paparan abu vulkanik dengan langkah-langkah praktis dan preventif.
9 September 2026

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Langkah tepat saat terpapar abu vulkanik mencakup menjauh dari sumber, membersihkan tubuh dengan hati-hati, dan segera ke dokter jika gejala memburuk.
9 September 2026
Berita Lainnya

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Rabu, 9 September 2026, 07.33 WITA


