Wisatawan Langgar Larangan, Mendaki Anak Krakatau di Tengah Status Siaga
Puluhan wisatawan nekat mendaki Gunung Anak Krakatau meski zona tiga kilometer dari kawah dilarang, terdeteksi saat petugas pemantauan sedang beroperasi.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.13 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengamati keberadaan rombongan wisatawan yang melanggar zona bahaya di kawasan Gunung Anak Krakatau, Lampung Selatan. Mereka ditemukan saat petugas melakukan pemeliharaan peralatan pemantauan di lereng gunung, di mana aktivitas manusia dilarang karena potensi bahaya erupsi masih tinggi. Tidak hanya melanggar aturan, rombongan tersebut terlihat melakukan aktivitas foto dan rekam video di area cagar alam terlarang sebelum akhirnya menuruni gunung setelah menyadari kehadiran petugas.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi, membenarkan insiden tersebut dan menyatakan bahwa para pengunjung belum diketahui asal usulnya. Ia menduga mereka menyeberang dari Dermaga Canti dengan menyewa kapal ke Pulau Sebesi, lalu masuk ke kawasan lindung secara ilegal. Pihaknya kini sedang menyelidiki jalur masuk para wisatawan untuk memperkuat pengawasan dan pencegahan di masa depan.
Meskipun aktivitas vulkanik terakhir beberapa hari terakhir menunjukkan penurunan, status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III (Siaga). Erupsi terakhir tercatat pada 25 Juli 2026, dengan rekaman tremor yang masih tinggi menjadi indikasi potensi bahaya sewaktu-waktu. Andi menekankan bahwa larangan mendekati radius tiga kilometer dari kawah aktif tetap berlaku demi keselamatan publik.
Untuk mencegah kejadian serupa, Pos Pantau GAK telah memperkuat koordinasi dengan BPBD, Dinas Pariwisata, dan pemerintah daerah. Upaya sosialisasi dan pengawasan ditingkatkan, termasuk imbauan yang telah disebarkan di Dermaga Canti oleh pemerintah kecamatan. Semua pihak diminta ikut berperan dalam menyampaikan peringatan agar wisatawan tidak mengambil risiko di kawasan yang masih berpotensi erupsi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Singapura Pilih Dorong Pendapatan, Bukan Kendalikan Harga
Perdana Menteri Lawrence Wong menegaskan pemerintah tak akan batasi harga untuk turunkan biaya hidup, karena risiko kelangkaan pasokan lebih besar daripada manfaatnya.
10 Oktober 2026

Anak Krakatau Naik Status Siaga, Masyarakat Dilarang Masuki Zona 5 Km
Status Gunung Anak Krakatau dinaikkan menjadi Siaga sejak 9 Oktober 2026 akibat 14 kali erupsi dalam empat hari, dengan larangan pendakian hingga radius 5 kilometer.
10 Oktober 2026

Kirana Larasati Bantah Terlibat Kelola Dana Investasi Bodong
Aktor dan presenter Kirana Larasati membantah terlibat dalam pengelolaan dana nasabah di platform investasi logam mulia yang kini diselidiki.
10 Oktober 2026

Jennifer Coppen Bantah Terlibat Kelola Investasi Emas Rp25 Miliar
Jennifer Coppen membantah terlibat dalam pengelolaan dana investasi emas yang diduga menimbulkan kerugian Rp25 miliar, menegaskan hanya berperan sebagai brand ambassador sesuai kontrak.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prancis Tanggapi Demo Pelajar dengan Rekrut 3.000 Guru Pengganti
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.27 WITA

Mahkamah Agung Pakistan Tuntut Reformasi Sistem Hukum Hadapi KDRT
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.26 WITA

Gempa M 7,7 di Panama Ditetapkan sebagai Bencana Besar
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.25 WITA

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Status Wapres Tetap Utuh
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.25 WITA

Indra Kenz Kembali Ditahan di Sel Isolasi Lapas Tangerang
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.25 WITA

Presiden Mesir Kunjungi Indonesia, 9 Ruas Jalan di Jakarta Dilintasi
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.24 WITA

Revisi UU Narkoba Dipercepat, Fokus Rehabilitasi Korban Bukan Hukuman
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.24 WITA

Lapas Merauke Kembali Normal Setelah Kebakaran dan Kaburnya Napi
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.24 WITA

