Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

WNI Ditangkap Bawa Pisau Tersembunyi di Sepatu di Bandara Changi

Seorang warga negara Indonesia berusia 32 tahun ditangkap di Bandara Changi karena menyimpan pisau tajam 19,5 sentimeter di dalam sepatu saat melewati pemeriksaan keamanan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 18.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
WNI Ditangkap Bawa Pisau Tersembunyi di Sepatu di Bandara Changi
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang pria Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 32 tahun ditangkap oleh petugas keamanan Bandara Internasional Changi, Singapura, setelah ditemukan menyimpan sebilah pisau tajam di dalam sepatunya. Penyitaan dilakukan saat pria tersebut melintasi area pemeriksaan keamanan di Balai Keberangkatan Terminal 4, di mana mesin pemindai X-ray mendeteksi benda logam mencurigakan di bagian sepatu kanannya.

Pisau tersebut berukuran 19,5 sentimeter, dengan bilah tajam sepanjang 12 sentimeter, terbungkus beberapa lapis kantong plastik dan diikat rapat menggunakan isolasi bening. Setelah diminta melepas sepatu untuk pemeriksaan ulang, petugas menemukan benda tersembunyi tersebut di bagian dalam sepatu, lengkap dengan sarungnya, di ruang pemeriksaan khusus.

Pelaku dikenai dakwaan atas tindakan membawa senjata ofensif di tempat umum tanpa izin sah. Jika terbukti bersalah di pengadilan, ia terancam hukuman penjara maksimal tiga tahun serta hukuman cambuk minimal enam kali. Kepolisian Singapura menegaskan sikap tegas terhadap semua pelanggaran keamanan, terutama yang menyangkut penyelundupan alat tajam di ruang publik.

Pihak keamanan menekankan bahwa tidak ada toleransi terhadap upaya penyelundupan senjata tajam di area transportasi publik, meskipun bandara tersebut baru saja dinobatkan sebagai yang terbaik di dunia versi Skytrax. Pada semester pertama 2026, Bandara Changi melayani 34,8 juta penumpang, mengalami kenaikan 0,4 persen dibanding tahun sebelumnya, meskipun di tengah tekanan dari gangguan penerbangan akibat krisis regional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya