Xpeng Imbau Konsumen X9 Cek Suspensi Udara di Dealer
Perusahaan imbau pemilik X9 di Indonesia periksa komponen suspensi udara secara langsung ke dealer menyusul recall global terkait risiko kebocoran pada unit di China dan Malaysia.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 16.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - PT Era Inovasi Otomotif, distributor Xpeng di Indonesia, mengajak seluruh pemilik mobil X9 untuk segera melakukan pengecekan komponen suspensi udara di dealer resmi jika menemui indikasi masalah. Imbauan ini dikeluarkan sebagai tindak lanjut dari kampanye recall yang telah dilakukan oleh Xpeng Global di sejumlah negara, termasuk China dan Malaysia, terkait potensi kebocoran pada pegas udara bagian depan. Meski hingga saat ini belum ada laporan resmi dari konsumen di Tanah Air terkait masalah serupa, perusahaan tetap proaktif dalam menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna.
Perusahaan menjelaskan bahwa pengawasan terhadap kendaraan yang beredar di Indonesia sedang dilakukan secara intensif. Kolaborasi dengan tim Xpeng Global terus berlangsung untuk menilai apakah masalah yang muncul di pasar lain berdampak pula pada unit yang dipasarkan di Indonesia. Sejauh ini, produksi X9 di Tanah Air dilakukan secara lokal melalui skema CKD bersama PT Handal Indonesia Motor, menjadikan Indonesia salah satu pusat produksi pertama di luar China.
Dalam hal penanganan, perusahaan menegaskan kesiapan untuk mengganti komponen jika ditemukan kegagalan fungsi. Proses penggantian dipastikan berjalan cepat karena telah tersedia suku cadang secara konsisten. "Kami sudah komitmen soal ketersediaan part, jadi kalau ada masalah, langsung bisa diganti tanpa menunggu lama," ujar perwakilan perusahaan di Tangerang. Ketersediaan stok suku cadang menjadi salah satu faktor kunci yang mendukung respons cepat terhadap potensi kendala teknis.
Kebocoran udara pada sistem suspensi depan diduga dipicu oleh kondisi ekstrem, terutama suhu panas dan kelembapan tinggi yang dapat mempercepat degradasi material. Data dari China menunjukkan bahwa 33.473 unit X9 yang diproduksi antara 8 Agustus 2023 hingga 11 Agustus 2025 terdampak karena tingkat kekedapan yang tidak memadai. Di Malaysia, penggantian komponen dilakukan secara gratis dan menyeluruh bagi semua kendaraan yang teridentifikasi terdampak.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.
8 September 2026

Agustus 2026 Catat Rekor Penjualan Mobil Baru
Penjualan mobil baru di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026, didorong lonjakan penjualan ritel dan momentum GIIAS yang sukses menarik minat konsumen.
8 September 2026

Penjualan Mobil Agustus 2026 Tembus Rekor 83 Ribu Unit
Penjualan mobil ritel di Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun, melampaui angka 80 ribu unit, didorong oleh momentum GIIAS 2026 dan pertumbuhan tahunan signifikan.
8 September 2026

Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Nasional
Pemerintah RI menegaskan komitmen membangun pabrik motor listrik sendiri melalui program MOLINAS demi percepatan industri hijau dan kemandirian teknologi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


