Xpeng X9 Di Indonesia Belum Recall, Evaluasi Masih Berlangsung
Xpeng menggelar recall global untuk X9 akibat masalah pegas udara depan, sementara Indonesia masih meninjau dampaknya terhadap unit lokal yang dirakit di Purwakarta.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 22.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Produsen otomotif Xpeng kini memperluas kampanye penarikan kendaraan secara global terkait kendala pada sistem suspensi udara depan pada model MPV listrik X9. Langkah ini diambil setelah ditemukan risiko kebocoran udara secara bertahap, terutama pada unit yang digunakan dalam kondisi cuaca panas dan lembap, yang dapat mengganggu kenyamanan serta menurunkan tingkat keselamatan berkendara. Penarikan ini berdasarkan dokumen resmi yang diserahkan ke otoritas pasar China, mencakup 33.473 unit yang diproduksi antara 8 Agustus 2023 hingga 11 Agustus 2025.
Di Malaysia, perusahaan anak usaha Bermaz Xpeng telah resmi mengumumkan pelaksanaan recall serupa. Seluruh kendaraan yang terdampak akan menerima penggantian komponen suspensi udara depan secara gratis. Sebagai bentuk jaminan tambahan, sistem baru yang dipasang dilengkapi garansi hingga delapan tahun atau 160.000 kilometer, serta dapat diwariskan kepada pemilik berikutnya. Langkah ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap kualitas dan keamanan produk secara global.
Sebelumnya, Xpeng juga melakukan penarikan besar-besaran terhadap model P7+ di China sebanyak 47.490 unit pada September tahun lalu, akibat masalah pada motor power steering. Namun, di Indonesia, situasinya berbeda. Hingga saat ini, Xpeng belum mengeluarkan kebijakan recall resmi meskipun telah mengetahui adanya isu serupa. Perusahaan menyatakan masih dalam tahap evaluasi menyeluruh terhadap unit X9 yang dipasarkan secara lokal.
Vice President Marketing Xpeng Indonesia, Hari Arifianto, menegaskan bahwa keselamatan pengguna tetap menjadi prioritas utama. Ia menyampaikan bahwa saat ini tim sedang memverifikasi apakah kendaraan yang diproduksi dan dirakit di Indonesia menggunakan komponen yang sama dengan yang terdampak di pasar global. “Kami akan segera menyampaikan langkah selanjutnya setelah proses verifikasi selesai,” ujarnya.
Meskipun belum ada recall, konsumen tetap diperbolehkan mengoperasikan kendaraan X9 secara normal. Namun, perusahaan mengimbau pengguna untuk segera menghubungi dealer resmi jika menemukan gejala tidak biasa pada sistem suspensi, seperti getaran berlebihan atau penurunan ketinggian kendaraan. Khusus untuk pasar Indonesia, X9 diproduksi secara lokal melalui metode CKD di Purwakarta, berbeda dengan Malaysia yang menggunakan impor utuh, sehingga memengaruhi proses penilaian risiko.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.
8 September 2026

Agustus 2026 Catat Rekor Penjualan Mobil Baru
Penjualan mobil baru di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026, didorong lonjakan penjualan ritel dan momentum GIIAS yang sukses menarik minat konsumen.
8 September 2026

Penjualan Mobil Agustus 2026 Tembus Rekor 83 Ribu Unit
Penjualan mobil ritel di Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun, melampaui angka 80 ribu unit, didorong oleh momentum GIIAS 2026 dan pertumbuhan tahunan signifikan.
8 September 2026

Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Nasional
Pemerintah RI menegaskan komitmen membangun pabrik motor listrik sendiri melalui program MOLINAS demi percepatan industri hijau dan kemandirian teknologi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


