Yayoi Kusama Tutup Usia di Usia 97 Tahun
Seniman avant-garde Jepang Yayoi Kusama meninggal dunia di Tokyo pada 14 Agustus 2026, setelah menjalani hidup penuh dedikasi terhadap seni dan karya kreatif yang menginspirasi dunia.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.57 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Seniman kontemporer asal Jepang, Yayoi Kusama, telah berpulang pada usia 97 tahun, demikian dikonfirmasi oleh pihak perusahaannya. Kematian sang maestro seni terjadi di sebuah rumah sakit di Tokyo, menandai akhir dari perjalanan kreatif yang panjang dan penuh tantangan. Kusama dikenal dengan identitas visual yang khas—motif polkadot berwarna-warni yang meluas di berbagai medium, mulai dari lukisan hingga instalasi ruang tak terbatas yang memanfaatkan cermin dan cahaya.
Selama beberapa dekade, Kusama menjalani kehidupan di dalam fasilitas psikiatri, tempat ia merawat kondisi kesehatan mental yang dideritanya sejak muda. Meski hidup dalam keterbatasan fisik dan psikologis, ia tetap produktif hingga hari-hari terakhir. Pernyataan resmi menyebut bahwa ia terus melukis hingga akhir hayat, tanpa pernah meletakkan kuas, dengan fokus pada tema-tema abadi seperti cinta, kesadaran, dan kekekalan jiwa.
Karya-karyanya, yang sering dikaitkan dengan pengalaman halusinasi visual yang ia alami sejak kecil, telah membentuk pengaruh global. Ia menjadi bagian penting dari gerakan pop art dan memperoleh pengakuan internasional setelah tampil di Venice Biennale pada era 1990-an. Pameran retrospektifnya di Tate Modern London pada 2012 dan instalasi Infinity Mirror Rooms yang kembali dipamerkan pada 2021 menjadi landmark dalam sejarah seni modern, menarik jutaan pengunjung dari berbagai belahan dunia.
Kusama juga dikenal karena pengaruhnya yang luas, meski sempat merasa kecewa karena ide-ide kreatifnya diadopsi oleh seniman pria seangkatan tanpa pengakuan. Ia kembali ke Jepang setelah mengalami diskriminasi dan ketidakadilan dalam dunia seni, lalu memilih tinggal di fasilitas psikiatri sebagai tempat berlindung dan berkarya. Di sanalah ia membangun warisan seni yang tak tergantikan, dari patung raksasa di Paris hingga instalasi interaktif yang menghiasi ruang publik di Manchester dan Melbourne.
Perusahaan seninya menyatakan bahwa warisan Kusama akan terus dilanjutkan melalui seni, dengan tujuan menyebarkan harapan dan kekuatan bagi masyarakat global. Karya-karyanya, yang menggabungkan keindahan dan ketidakpastian, menjadi bukti bahwa kreativitas bisa muncul dari keterbatasan, dan bahwa seni memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dan menyatukan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

