Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

10 Penyebab Bau Hidung Tak Sedap dan Langkah Medis yang Perlu Dilakukan

Gangguan bau busuk yang dirasakan dari hidung bukan selalu dari lingkungan, melainkan bisa tanda masalah kesehatan internal seperti sinusitis, polip, atau gangguan saraf.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 22.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
10 Penyebab Bau Hidung Tak Sedap dan Langkah Medis yang Perlu Dilakukan
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Bau tak sedap yang terasa berasal dari hidung sendiri bisa menjadi tanda adanya ketidakseimbangan fisiologis di saluran pernapasan. Meskipun lingkungan seperti sampah atau makanan basi sering menjadi penyebab bau, kondisi ini bisa muncul tanpa pemicu eksternal. Hal ini mengindikasikan kemungkinan adanya gangguan pada rongga hidung, sinus, mulut, atau sistem saraf. Salah satu kondisi yang sering muncul adalah phantosmia, yaitu persepsi bau yang tidak ada secara nyata, seperti bau asap, makanan terbakar, atau bau kimia.

Penyebab utama bau busuk dari hidung meliputi sinusitis kronis, di mana peradangan pada sinus menyebabkan penumpukan lendir dan pembengkakan. Gejala lain seperti nyeri wajah, hidung tersumbat, dan penurunan kemampuan mencium menjadi petunjuk penting. Polip hidung juga berperan, karena tumbuhannya dapat mengganggu aliran udara dan menyebabkan persepsi bau aneh. Kondisi ini bisa berlangsung lama dan memerlukan evaluasi dokter THT untuk penanganan yang tepat.

Ozena atau rinitis atrofi, yaitu kondisi kronis yang membuat rongga hidung kering dan terbentuk kerak, juga menjadi penyebab bau tidak sedap. Kerak ini menumpuk dan membusuk, menghasilkan aroma yang menetap. Selain itu, postnasal drip—aliran lendir dari hidung ke tenggorokan—juga dapat menyumbang, meski lebih sering dikaitkan dengan iritasi tenggorokan daripada bau langsung. Akan tetapi, jika disertai aroma menyengat, perlu dicari penyebab lain.

Masalah di mulut, seperti gigi berlubang, penyakit gusi, atau batu amandel, menjadi sumber utama bau napas yang terasa dari hidung. Bakteri dan sisa makanan yang menumpuk di sela gigi atau di dalam amandel menghasilkan senyawa berbau. Merokok juga berkontribusi signifikan, tidak hanya menimbulkan aroma tembakau, tetapi juga memperparah risiko penyakit gusi dan mengganggu keseimbangan bakteri di mulut.

Terakhir, beberapa kondisi medis sistemik seperti gangguan metabolisme atau penyakit hati dapat memengaruhi aroma napas. Meskipun jarang, bau aneh yang terus-menerus tanpa pemicu jelas harus diteliti lebih lanjut. Jika bau busuk dirasakan secara persisten, terlepas dari kebiasaan makan atau lingkungan, sebaiknya segera konsultasi ke dokter spesialis THT atau dokter gigi untuk penegakan diagnosis dan terapi yang tepat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya