Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

100 Siswa Terdampak Keracunan Setelah Konsumsi MBG di Nganjuk

Sebanyak 100 pelajar dari jenjang SD hingga SMA di Nganjuk diduga keracunan akibat mengonsumsi Makan Bergizi Gratis yang dibagikan pada 2 September, dengan kasus tersebar dari SMAN 3 hingga sekolah dasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
100 Siswa Terdampak Keracunan Setelah Konsumsi MBG di Nganjuk
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (2/9). Makanan tersebut disajikan di SMAN 3 Nganjuk sekitar pukul 09.00 WIB, dan dikonsumsi bersama-sama oleh para siswa pukul 10.00 WIB. Menu yang disediakan meliputi nasi goreng, ayam suwir, telur dadar iris, tahu bulat, acar dari timun dan wortel, serta semangka sebagai hidangan penutup.

Ketua Satgas MBG Jawa Timur, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyatakan bahwa jumlah korban telah mencapai 100 orang. Ia menegaskan bahwa dampak tidak hanya terjadi di tingkat SMA, tetapi juga melibatkan siswa SD yang menerima MBG dari SPPG Begadung 2. “Kami fokus menangani situasi ini, dengan total korban kini mencapai 100 orang, termasuk dari kalangan siswa dasar,” ujar Emil di Surabaya.

Penyebab pasti keracunan masih dalam proses penyelidikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apakah keracunan disebabkan oleh bahan makanan, proses pengolahan, atau kontaminasi. “Penyebab spesifik masih ditelusuri oleh BGN, dengan pendampingan dari Dinkes dan pihak terkait,” kata Ketua DPD Demokrat Jawa Timur.

Dinas Pendidikan Jawa Timur telah meminta seluruh sekolah yang terlibat untuk segera berkoordinasi dengan SPPG Begadung 2 guna melakukan evaluasi terhadap penyediaan MBG. Langkah ini diambil sebagai bentuk upaya pencegahan lebih lanjut. “Sementara waktu, kami minta sekolah berkoordinasi dengan SPPG untuk evaluasi, termasuk kemungkinan peninjauan dari BGN terhadap proses penyediaan makanan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya