100 Siswa Terdampak Keracunan Setelah Konsumsi MBG di Nganjuk
Sebanyak 100 pelajar dari jenjang SD hingga SMA di Nganjuk diduga keracunan akibat mengonsumsi Makan Bergizi Gratis yang dibagikan pada 2 September, dengan kasus tersebar dari SMAN 3 hingga sekolah dasar.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 100 siswa di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (2/9). Makanan tersebut disajikan di SMAN 3 Nganjuk sekitar pukul 09.00 WIB, dan dikonsumsi bersama-sama oleh para siswa pukul 10.00 WIB. Menu yang disediakan meliputi nasi goreng, ayam suwir, telur dadar iris, tahu bulat, acar dari timun dan wortel, serta semangka sebagai hidangan penutup.
Ketua Satgas MBG Jawa Timur, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyatakan bahwa jumlah korban telah mencapai 100 orang. Ia menegaskan bahwa dampak tidak hanya terjadi di tingkat SMA, tetapi juga melibatkan siswa SD yang menerima MBG dari SPPG Begadung 2. “Kami fokus menangani situasi ini, dengan total korban kini mencapai 100 orang, termasuk dari kalangan siswa dasar,” ujar Emil di Surabaya.
Penyebab pasti keracunan masih dalam proses penyelidikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apakah keracunan disebabkan oleh bahan makanan, proses pengolahan, atau kontaminasi. “Penyebab spesifik masih ditelusuri oleh BGN, dengan pendampingan dari Dinkes dan pihak terkait,” kata Ketua DPD Demokrat Jawa Timur.
Dinas Pendidikan Jawa Timur telah meminta seluruh sekolah yang terlibat untuk segera berkoordinasi dengan SPPG Begadung 2 guna melakukan evaluasi terhadap penyediaan MBG. Langkah ini diambil sebagai bentuk upaya pencegahan lebih lanjut. “Sementara waktu, kami minta sekolah berkoordinasi dengan SPPG untuk evaluasi, termasuk kemungkinan peninjauan dari BGN terhadap proses penyediaan makanan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


