16 Perusahaan Pembiayaan Belum Penuhi Kewajiban Modal
OJK mengungkap 16 entitas di sektor pembiayaan dan pinjaman daring belum memenuhi syarat permodalan minimum hingga Juli 2026.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 19.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 16 perusahaan pembiayaan dan penyelenggara pinjaman daring (Pindar) masih belum memenuhi standar permodalan minimum yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan hingga bulan Juli 2026. Dari total 144 perusahaan multifinance, sembilan di antaranya belum mencapai modal inti minimal Rp100 miliar. Sementara itu, tujuh dari 94 penyelenggara Pindar belum memenuhi kewajiban ekuitas minimum sebesar Rp12,5 miliar.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan dan Jasa Keuangan (PVML) OJK menyatakan bahwa semua entitas yang belum memenuhi kriteria telah menyerahkan rencana aksi (action plan) kepada OJK. Rencana tersebut berisi langkah konkret untuk memenuhi persyaratan modal dalam periode tertentu, yang menjadi dasar pemantauan berkelanjutan oleh regulator.
Di bulan Agustus 2026, OJK menindak 81 entitas di sektor PVML dengan sanksi administratif. Komposisinya terdiri dari 32 perusahaan pembiayaan, 15 perusahaan modal ventura, dan 34 penyelenggara Pindar. Sanksi diberikan sebagai respons atas pelanggaran terhadap peraturan POJK maupun hasil pemeriksaan lapangan dan pengawasan rutin. Langkah ini merupakan bagian dari strategi peningkatan kepatuhan dan kualitas sistem keuangan yang sehat.
Pertumbuhan industri pembiayaan terus terjadi, meski dengan tingkat kecepatan yang berbeda. Pada Juli 2026, nilai piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 2,01% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai Rp513,05 triliun. Sementara itu, outstanding pembiayaan Pindar naik 24,76% menjadi Rp105,63 triliun, sedangkan industri pergadaian mencatat pertumbuhan ekspansi pembiayaan hingga 50,73% menjadi Rp160,78 triliun.
OJK menegaskan bahwa pemenuhan permodalan tetap menjadi prioritas utama, terlepas dari dinamika pertumbuhan industri. Bagi perusahaan yang belum memenuhi standar, OJK akan terus memantau progres action plan secara berkala. Tujuannya adalah menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong kinerja industri yang berkelanjutan serta berbasis pada prinsip kehati-hatian.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


