Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

29 Emiten Siap Luncurkan IPO, Target Dana Rp26,47 T

OJK mengungkapkan 29 emiten telah mendaftar untuk penawaran umum, dengan total nilai emisi mencapai Rp26,47 triliun, mendukung target penghimpunan pasar modal tahun ini sebesar Rp200 triliun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
29 Emiten Siap Luncurkan IPO, Target Dana Rp26,47 T📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data terkini mengenai prospek penawaran umum di pasar modal, menunjukkan sebanyak 29 emiten telah memasukkan dokumen ke dalam proses pipeline. Nilai total emisi dari keseluruhan calon emiten ini mencapai Rp26,47 triliun, menandai minat kuat dari korporasi domestik untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon menyampaikan bahwa tren penghimpunan dana di sektor korporasi tetap stabil, dengan realisasi hingga September mencapai Rp186,03 triliun.

Target penghimpunan dana melalui pasar modal pada tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp200 triliun, yang akan menjadi indikator kinerja utama sektor tersebut. Namun, realisasi akhir tahun dipengaruhi oleh dinamika pasar dan pertimbangan strategis dari emiten. OJK menegaskan komitmen untuk terus memantau perkembangan, serta mendorong optimalisasi peran pasar modal sebagai mekanisme pembiayaan jangka panjang bagi sektor riil.

Di samping penawaran umum, aktivitas pendanaan melalui platform securities crowd funding (SCF) juga mencatatkan capaian positif, dengan total dana yang terkumpul mencapai Rp2,06 triliun. Meski demikian, jumlah perusahaan yang melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2026 tercatat lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Hingga akhir Agustus, hanya tujuh perusahaan yang resmi melantai, menghimpun dana sekitar Rp2,16 triliun.

Faktor global menjadi salah satu penyebab penurunan minat IPO, terutama terkait ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi waktu keputusan emiten. Menurut OJK, kondisi pasar global yang dinamis memaksa perusahaan menunda atau mengevaluasi kembali rencana penawaran umum demi menjaga stabilitas keuangan. Meski demikian, prospek jangka panjang tetap optimistis, mengingat jumlah emiten yang bersiap masuk pasar tetap signifikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya