IHSG Melonjak 1,36% Didorong Penguatan Sektor Infrastruktur
Indeks Harga Saham Gabungan naik 81,97 poin atau 1,36% ke level 6.118,86, didukung kenaikan sektor infrastruktur dan aktivitas perdagangan yang kuat.
Redaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 23.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir menguat pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2026, menunjukkan kekuatan pasar saham dalam kondisi fluktuatif sepanjang hari. Penguatan terjadi setelah indeks sempat melemah hingga menyentuh level terendah harian di 6.019,84 sebelum berbalik arah pada sesi sore. Dengan penutupan di level 6.118,86, IHSG mencatat kenaikan 81,97 poin atau 1,36%, mencatat rekor tertinggi harian di 6.119,22 sebelum akhirnya menyeimbangkan posisi di akhir perdagangan.
Kinerja pasar didukung oleh dominasi saham yang menguat, dengan 547 emiten menguat, 252 tidak bergerak, dan 164 saham melemah. Volume perdagangan mencapai 396,35 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp9,12 triliun, menunjukkan tingginya minat investor. Penguatan terjadi di sektor infrastruktur yang melonjak 4,2%, diikuti oleh properti naik 2,3% dan energi meningkat 2%. Kenaikan ini menjadi katalis utama bagi pergerakan indeks secara keseluruhan.
Beberapa emiten utama turut menjadi penggerak penguatan, termasuk PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI). Di sisi lain, sejumlah saham menekan indeks seperti PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), PT Capital Financial Indonesia Tbk. (CASA), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), serta PT United Tractors Tbk. (UNTR) mencatat kinerja negatif.
Pasaran keuangan diharapkan tetap stabil sepanjang pekan ini, setelah sebelumnya mengalami volatilitas akibat ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga minyak. Perkembangan di Selat Hormuz, dinamika AS-Iran, serta keputusan OPEC dan mitra terkait produksi minyak menjadi sorotan utama. Di sisi lain, data ekonomi global seperti aktivitas sektor jasa AS, notulen FOMC, inflasi produsen Zona Euro, dan keyakinan konsumen Jepang akan menjadi acuan investor. Di dalam negeri, sentimen pasar akan dipengaruhi oleh cadangan devisa, keyakinan konsumen, dan data penjualan ritel.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rapat Koordinasi Ekspor Komoditas Strategis, Airlangga: Tidak Ada Aturan Baru
Rapat koordinasi di Kemenko Perekonomian membahas implementasi lanjutan ekspor komoditas strategis melalui DSI sebagai perantara tunggal, tanpa adanya kebijakan baru atau perluasan daftar komoditas.
5 Oktober 2026

RUU Ketenagakerjaan Picu Kekhawatiran Investasi di Sektor Padat Karya
Asosiasi Pertekstilan Indonesia memperingatkan dampak negatif RUU Pelindungan Ketenagakerjaan terhadap investasi, khususnya karena ancaman pidana yang diperluas dan pembatasan outsourcing.
5 Oktober 2026

Pemerintah Evaluasi Ekspor Strategis Sebelum 2027
Pemerintah memastikan ekspor batu bara, CPO, dan ferro alloy melalui satu pintu via DSI tetap berlaku pada 1 Januari 2027, dengan evaluasi menyeluruh sebelum pelaksanaan.
5 Oktober 2026

Eropa Terjepit Reformasi, Risiko Tertinggal dari AS dan China
Uni Eropa menghadapi tantangan besar dalam mendorong reformasi ekonomi menyusul lambatnya progres hingga 2026, dengan risiko terus tertinggal dari AS dan China jika tidak segera dipercepat.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pencegahan PMI Non-Prosedural Capai 6.555 Orang dalam Dua Tahun
Senin, 5 Oktober 2026, 23.24 WITA

KPK Periksa Kakak Ridwan Kamil Terkait Mobil Volvonya
Senin, 5 Oktober 2026, 23.23 WITA

AI Dorong Transformasi Distribusi Informasi Publik
Senin, 5 Oktober 2026, 23.23 WITA

Polisi Prioritaskan Pemulihan Korban Penganiayaan ABK KM Maulana 23
Senin, 5 Oktober 2026, 23.23 WITA

Prabowo Sorakkan Gol Pertama Indonesia di Final ASEAN Cup
Senin, 5 Oktober 2026, 23.22 WITA

Dua Ekor Harimau Sumatra Lahir di Amerika, Jadi Langkah Bersejarah Konservasi
Senin, 5 Oktober 2026, 23.07 WITA

Harga Mobil Listrik di Indonesia Per Oktober 2026 Terus Meluas
Senin, 5 Oktober 2026, 23.06 WITA

Hybrid Toyota Harus Pakai BBM Oktan di Atas 90
Senin, 5 Oktober 2026, 23.06 WITA

